Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dari Bali ke Kudus: Bocah 12 Tahun Rela Kuras Tabungan Demi Tembus Audisi PB Djarum

Alfian Dani • Minggu, 14 September 2025 | 14:00 WIB

 

SEMANGAT BARU: Sosok atlet pebulu tangkis muda Natania Alaika asal Bali (GALIH ERLAMBANG W/RADAR PATI)
SEMANGAT BARU: Sosok atlet pebulu tangkis muda Natania Alaika asal Bali (GALIH ERLAMBANG W/RADAR PATI)

KUDUS – Tidak semua anak seusianya berani menempuh perjalanan jauh dengan modal seadanya demi sebuah impian.

Namun itulah yang dilakukan Natania Alaika, pebulu tangkis putri asal Bali berusia 12 tahun, yang nekat menguras tabungan hasil turnamen lokal demi mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2025 di Kudus.

Mimpinya sederhana, tetapi penuh perjuangan: menjadi bagian dari klub bulu tangkis legendaris yang telah melahirkan banyak juara dunia.

Perjalanan Penuh Gagal dan Bangkit Lagi

Natania pertama kali ikut audisi PB Djarum dua tahun lalu. Sayang, langkahnya terhenti di tahap skrining awal. “Saya pulang ke Bali dengan tangan kosong,” kenangnya.

Tak patah semangat, ia kembali mencoba di tahun berikutnya. Kali ini perjuangannya lebih baik: ia lolos hingga babak karantina.

Namun, nasib berkata lain. Kondisi kesehatannya menurun, membuatnya harus terhenti sebelum masuk ke karantina tahap kedua.

“Tahun ini saya ingin lebih kuat, lebih siap. Target saya lolos karantina PB Djarum,” ujarnya penuh tekad.

Berjuang dengan Keterbatasan Ekonomi

Di balik semangatnya, ada kenyataan pahit. Natania berasal dari keluarga sederhana.

Orang tuanya tak memiliki cukup biaya untuk mendukung perjalanan dan kebutuhan audisi. Maka, ia pun harus kreatif mencari jalan.

Selama satu tahun penuh, ia mengumpulkan hasil kemenangan dari turnamen bulu tangkis tingkat lokal.

Total Rp 4 juta berhasil ia tabung, yang kemudian dipakai untuk ongkos ke Kudus, sewa kos, kebutuhan makan, hingga membeli senar raket saat putus.

“Semua dari hasil keringat saya sendiri. Harapannya, uang itu bisa cukup untuk biaya selama audisi,” katanya dengan senyum tipis.

Latihan Tanpa Henti

Setiap pagi, Natania rutin lari untuk menjaga kondisi fisiknya. Sepulang sekolah, ia langsung berlatih bulu tangkis selama tiga jam, ditambah latihan skipping untuk meningkatkan kelincahan.

“Skipping saya lakukan selama satu menit non-stop, setiap hari. Latihan pukul 15.00 sampai 18.00 saya jalani tanpa bolos,” jelasnya.

Kedisiplinan itu ia yakini menjadi modal besar menghadapi persaingan ketat audisi PB Djarum yang dikenal sebagai pintu gerbang menuju karier profesional.

Mimpi Besar Seorang Gadis Kecil

Bagi Natania, audisi PB Djarum bukan hanya sekadar kompetisi.

Ini adalah jalan menuju cita-cita besarnya: meniru jejak legenda bulu tangkis Indonesia yang lahir dari PB Djarum, mulai dari Liem Swie King hingga Kevin Sanjaya Sukamuljo.

“Kalau bisa lolos, saya ingin membanggakan orang tua, pelatih, dan Bali. Saya ingin seperti senior-senior PB Djarum yang bisa juara dunia,” tuturnya.

Semangat Natania adalah potret nyata dari bagaimana mimpi besar bisa tumbuh dari desa kecil dengan keterbatasan, tetapi digerakkan oleh tekad dan kerja keras.(ade)

Editor : Alfian Dani
#audisipbdjarum #badminton indonesia #pbdjarum #kudus