Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lebih Dekat dengan Muhammad Syaifuddin Pelukis Pasir dari Jepara, Buat Lukisan Wajah hingga Kaligrafi dari Pasir Pantai

Fikri Thoharudin • Senin, 7 Juli 2025 | 18:09 WIB
KREATIF: Muhammad Syaifuddin menunjukkan karya lukisan pasirnya yang bergambar Sunan Kalijaga dan harimau.
KREATIF: Muhammad Syaifuddin menunjukkan karya lukisan pasirnya yang bergambar Sunan Kalijaga dan harimau.

SELAMA setidaknya 10 tahun terakhir, Muhammad Syaifuddin mulai mengeksplorasi potensi lokal dari Jepara. Dari kreasi seni yang diolahnya secara otodidak ia berpikir untuk menghadirkan hal yang terkait dengan daerahnya.

Yakni pasir pantai, disulapnya menjadi lukisan wajah hingga kaligrafi berbahasa Arab.

FIKRI THOHARUDIN, Jepara, Radar Kudus

BENTANG alam Kabupaten Jepara menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Termasuk Muhammad Syaifuddin, yang merupakan warga Desa Menganti RT 11/RW 3 Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

Pria berusia 30 tahun tersebut tak kurang akal dalam merespon berbagai potensi lokal yang ada di daerahnya.

Dia yang besar di kawasan industri rumahan tempat pengolahan horog-horog tersebut berpikir, selain limbah mebel, apa yang kemudian bisa dijadikan sebagai sebuah karya.

Saat ditemui di rumahnya, terlihat sejumlah karya lukisan baik likisan wajah, hewan, maupun kaligrafi yang menjadi karya kreatifnya.

Bahkan di antaranya lukisannya, tersebut terdapat visualisasi dari sosok Sunan Kalijaga beserta harimau bermata merah.

Penciptaan karya dengan tiga dimensi menjadi salah satu hasil keterampilan yang ditonjolkankan.

Tidak hanya sebagai lukisan dua dimensi yang cenderung tidak hidup ketika dilihat.

Bakat seninya tersebut mulai tumbuh dan terpupuk saat masih duduk di bangku kelas 10, di MA Darul Hikmah Menganti, Kedung sekitar satu dasawarsa yang telah lalu.

"2012 di sekolah saya kebetulan ada kesenian, awal-awal saya ikut buat kaligrafi. Dari kaligrafi tersebut kemudian saya kembangkan, pertama kali ikut pameran di Alun-alun Jepara sekitar tahun 2014. Saya buat lukisan pasir wajah Kartini," ungkapnya kemarin.

Dari situ kemudian dirinya mendapati banyak apresiasi, tidak hanya dari teman selingkupnya belaka.

Namun, juga oleh orang-orang kenalannya yang kemudian banyak yang memesan lukisan wajah maupun kaligrafi.

Syaifuddin tampak piawai dalam memainkan pasir dan menyulapnya menjadi bidang, gambar dan bentuk.

"Saya mulai tekun kisaran 2018, yang konsisten dan paling sering ya gambar wajah. Kadang kaligrafi maupun nama anak-anak," katanya.

Dalam proses berkarya, ia hanya membutuhkan satu kresek pasir untuk dapat dibuatnya menjadi banyak lukisan waja dan kaligrafi.

"Saya menggunakan pasir putih dan pasir hitam, pernah juga warna lain menggunakan winter (pewarna, Red) yang direbus. Tapi kebanyakan pasir berwarna asli putih-hitam," ucapnya.

Photo
Photo

Menurutnya dalam proses pembuatannya tersebut paling susah menggambar wajah.

Namun lebih lama untuk membuat lukisan kaligrafi karena memerlukan efek timbul tiga dimensi. "Kalau kaligrafi harus timbul, seperti ada pahatan-pahatannya. Harus diulang-ulang," katanya.

Syaifuddin menggunakan tusuk sate hingga kuas dalam membuat karya lukisan pasirnya. Serta bantuan sinar matahari untuk proses pengeringannya.

"Sehari bisa buat wajah, tergantung cuaca panas tidaknya. Sekali proses, jemur. Sekali proses, jemur. Kalau mendadak ya menggunakan hair dyer," ucapnya.

Ia juga berkesempatan melukis wajah Bupati dan Wabup Jepara, Witiarso Utomo dan M Ibnu Hajar. Dengan ukuran 40x50 sentimeter.

Pernah paling besar ia membuat lukisan ukiran 100x120 cm.

"Saya biasanya buat yang ukuran 30x40 cm atau 12R. Dulu juga pernah buat lukisan Budiman Sujatmiko," katanya.

Jika diestimasi, untuk proses pembuatan wajahnya untuk wajah bisa selesai dalam sehari.

Nama bayi, selesai dalam dua hari.

Dan kaligrafi yang tergantung panjang atau pendeknya motif.

"Saya membuat berdasarkan pesanan, semakin lama semakin mahal. Saya buat lukisan Sunan Kalijaga dan macan ini dua minggu lebih," ujarnya.

Syaifuddin memanfaatkan media sosial untuk memasarkan berbagai produk yang telah dibuatnya.

"Perwajah 12R sekitar 200rb. Dua wajah 250rb. Nama anak ukuran 12R, 250rb. Untuk kaligrafi, setidaknya ukuran 12R 300rb," jelasnya.

Pihaknya masih berusaha mengeksplorasi motif-motif atau bentuk lain.

Untuk kemudian dapat dijadikannya sebagai bahan berpameran di kemudian hari. (*)

Editor : Syaiful Amri
#Pelukis Pasir #jepara #kaligrafi #lukisan