Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lebih Dekat Dengan Jafar Labib, Seniman Pembuat Karya Lukis Ramah Lingkungan, Kirim Lukisan ke Jokowi

Andre Faidhil Falah • Kamis, 15 Mei 2025 | 18:07 WIB
BANGGA: Jafar Labib bersama anak dan istrinya foto bareng Jokowi di kediamannya belum lama ini.
BANGGA: Jafar Labib bersama anak dan istrinya foto bareng Jokowi di kediamannya belum lama ini.

PATI - Jafar Labib, seorang seniman asal Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati membuat lukisan dari sisa limbah plastik.

Karyanya, sampai menarik minat Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Andre Faidhil Falah, RADARPATI.ID

Jahar sapaan akrabnya. Bersama anak dan istrinya ia mengunjungi rumah Jokowi beberapa waktu lalu di kediamannya.

Tak hanya berkunjung, ia menyerahkan langsung hasil karyanya itu.

Sebuah lukisan Jokowi bersama istrinya, Iriana Joko Widodo.

Karya itu bukan lukisan biasa. Melainkan dibuat dengan bahan limbah plastik kresek yang dikenal sulit terurai.

Sehingga menjadikannya tidak hanya karya seni visual, tetapi juga sarat pesan lingkungan.

Wajah Jokowi bersama sang istri, Iriana, dalam lukisan berukuran 100 x 80 sentimeter.

Proses pembuatannya memakan waktu sekitar satu bulan.

“Saya membuat lukisan itu karena saya mengidolakan Pak Jokowi. Saya sudah lama ingin bertemu langsung dan menyerahkan karya ini sebagai bentuk penghargaan dan rasa hormat saya,” ujar penerima penghargaan Kalpataru itu.

Lukisan yang ia buat memang bisa dikatakan unik.

Alih-alih menggunakan cat atau kanvas biasa, Jafar memanfaatkan limbah plastik kresek sebagai bahan utama.

Plastik tersebut ia potong, bentuk, dan tempelkan sedemikian rupa hingga membentuk detail wajah dan karakter dalam lukisan.

Teknik ini tidak hanya menonjolkan kreativitas, tetapi juga menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya masalah pencemaran plastik.

“Plastik kresek itu kan susah terurai. Daripada dibuang, saya pikir kenapa tidak dimanfaatkan jadi karya seni yang punya nilai?” jelas Jafar.

Setelah berproses selama sebulan, keinginannya untuk bertemu dengan Jokowi pun akhirnya terwujud.

Setelah lukisan selesai, Jafar menghubungi salah satu ajudan presiden untuk meminta izin menyerahkan karyanya secara langsung. Permintaannya disambut positif.

“Kami diterima dengan sangat baik. Setelah menunggu, kami dipersilakan masuk ke rumah Pak Jokowi. Saya menyerahkan langsung lukisan itu, dan beliau menerimanya dengan penuh antusias,” katanya.

Dari Jafar, Jokowi terkagum dengan karya warga Bumi Mina Tani itu.

Bahwasannya, kok bisa membuat lukisan dari limbah.

“Bahkan beliau sempat mengungkapkan kekagumannya terhadap bahan-bahan yang saya gunakan, karena tidak lazim,” tambahnya.

Kunjungan Jafar ke kediaman Presiden Jokowi menjadi momen istimewa sekaligus bukti bahwa karya seni bisa menjadi jembatan komunikasi yang kuat antara masyarakat dan pemimpinnya.

Karyanya kini bukan hanya menjadi simbol cinta tanah air dan lingkungan, tetapi juga representasi dari potensi besar yang lahir dari desa.

Tak hanya soal menyerahkan lukisan, harapannya besar terhadap pesan dibaliknya.

Yaitu, pesan moral bagi masyarakat Indonesia agar lebih sadar dan peduli terhadap dampak limbah plastik.

Dengan kreativitas, menurutnya, sampah pun bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna dan bahkan membanggakan.

“Semoga karya ini bisa menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah, terutama limbah plastik.Mari kita sama-sama menjaga lingkungan,” pungkasnya.(*)

Editor : Syaiful Amri
#jokowi #seniman #Sosok #ramah lingkungan #lukisan #Tayu