REMBANG - Anita adalah seorang sarjana seni yang dikenal sebagai pribadi supel, mudah bergaul, ramah, dan memiliki semangat tinggi dalam bekerja sama.
Semasa kuliah, ia aktif dalam berbagai organisasi serta kegiatan baik di dalam maupun luar kampus, mencerminkan komitmennya terhadap pengembangan diri dan lingkungan sekitar.
Kecintaannya terhadap hal-hal baru menjadi salah satu kekuatan yang memperkaya pengalaman dan wawasannya.
Hal ini pula yang membawanya meraih prestasi sebagai **Juara 1 Pemuda Pelopor Kabupaten Rembang 2025** dalam kategori Agama, Sosial, dan Budaya.
“Saya tahu informasi seleksi dari flyer yang disebarkan. Dalam bidang budaya disebutkan ada tari, musik, dan teater,” jelas Anita kepada *Jawa Pos Radar Kudus*, Sabtu (4/5).
Ketertarikan Anita pada seni, khususnya tari, sejalan dengan kegiatannya dalam melestarikan budaya lokal.
Setiap hari Jumat, ia membuka sanggar tari yang diikuti lebih dari 40 anak dan remaja dari desa-desa sekitar.
Di sana, mereka tidak hanya belajar menari, tetapi juga membangun karakter dan kepercayaan diri.
“Ini pertama kalinya saya mengikuti seleksi Pemuda Pelopor, dan Alhamdulillah langsung mendapat juara pertama,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.
Dalam proses seleksi, Anita menulis karya berjudul *Mimpi Pemuda Desa Melestarikan Budaya Menuju Nusantara*.
Yang menyoroti peran budaya sebagai sarana pemberdayaan perempuan dan transformasi sosial.
Baginya, perempuan masa kini tidak lagi dibatasi oleh peran domestik. Mereka bisa tampil sebagai pemimpin, pendidik, dan penggerak perubahan dari tingkat akar rumput.
“Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan. Sekarang, tugas kita melanjutkan perjuangan itu sesuai dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Ia menyaksikan sendiri perubahan di lingkungannya. Jika dulu banyak anak perempuan hanya bersekolah hingga tingkat SMP.
Kini mulai banyak yang berani menargetkan pendidikan hingga SMA bahkan perguruan tinggi.
Anita sendiri bercita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di bidang penciptaan seni di ISI Surakarta. Meski terbentur kendala biaya, ia tetap optimistis.
“Saya yakin, dengan usaha dan dukungan, impian itu bisa tercapai,” katanya.
Sebagai pemenang tingkat kabupaten, Anita akan mewakili Rembang di ajang Pemuda Pelopor tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Mei 2025.
Pendaftaran dimulai pada 23 Mei, dan saat ini Anita tengah menyiapkan berbagai dokumen administrasi, seperti SKCK dan surat rekomendasi dari pemerintah desa, RT, serta RW.
“Saya fokus di bidang tari. Harapan saya, sanggar ini bisa berkembang, tidak hanya di lingkup desa, tapi juga hingga tingkat kabupaten dan nasional,” tambah Anita, perempuan kelahiran Rembang, 10 Maret 1997. (noe)
Editor : Achmad Ulil Albab