Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Ini Kisah Kakak-Beradik di Rembang yang Jualan Jamu Racik

Abdul Rochim • Rabu, 16 April 2025 | 02:46 WIB

 

BELAJAR MANDIRI: Muhammad Yarindu Setiawan dan Desember Demayanti menjual jamu di kantor Kemenag Rembang. (WISNU AJI/RADAR PATI)    
BELAJAR MANDIRI: Muhammad Yarindu Setiawan dan Desember Demayanti menjual jamu di kantor Kemenag Rembang. (WISNU AJI/RADAR PATI)  

 

RADARPATI.ID - Yarindu, siswa kelas VII MTs Al Mubarok Rembang dan adiknya, Desember Demayati, siswi kelas IV SD sejak kecil dididik orang tunya mandiri.

Kakak-beradik ini, menjual jamu racikan ibunya secara keliling usai pulang sekolah. Hasil jualannya untuk uang saku sekolah dan kebutuhan lain.

WISNU AJI, Radar Pati, Rembang

Baca Juga: Aliansi Pemuda di Rembang Kecam Aksi Vandalisme Bernada Pengusutan Utang APBD kepada Abdul Hafidz, Ini Persisnya

SEPEDA lipat merah dan sepeda keranjang warna biru itu, kerap melintas di jalan nasional Kedungrejo hingga sepanjang Jalan Pemuda, Rembang.

Di belakang kedua sepeda itu, ada keranjang. Di dalammnya diisi aneka jamu kemasan botol 250 ml.

Dua sepeda ontel itu, yang setiap hari menemani kakak-adik Muhammad Yarindu Setiawan dan Desember Demayanti.

Keduanya berjualan jamu racikan ibunya dari rumah ke rumah. Dengan menempuh jarak hingga puluhan kilometer.

Yarindu merupakan siswa kelas VII MTs Al Mubarok Rembang.

Sedangkan adiknya, Desember Demayati baru kelas IV SD. Keduanya menjalani dengan gembira dan ihklas.

Demi membantu bapak dan ibunya, Achmad Dedi Setiawan dan Maryati.

Setiap melintas dan menemui rumah yang terbuka dan terlihat penghuninya, mereka berdua berhenti mengayuh sepeda ontel.

Lalu menawarkan jamu yang dibawa. Tidak sedikit baik bapak atau ibu-ibu membeli jamunya.

Yarindu sendiri, sudah terbiasa jualan sejak kelas V SD. Artinya, sudah dua tahun lalu dia berkelana di Kecamatan Rembang Kota.

Selama berjualan, mereka tidak merasa malu. Sebaliknya jutsru senang. Karena orang tuanya mendidiknya mandiri.

Biasanya jamu yang dibawanya jenis kunir asem. Setiap botol kemasan 250 mlm dijual seharga Rp 5 ribu.

Kakak-adik tersebut dalam sehari mampu menjual masing-masing sekitar 20 botol.

”Alhamdulilah habis terus. Saya bantu ibu jualan setiap hari mulai pukul 13.00 atau sepulang sekolah.

Kalau habis baru pulang. Uangnya untuk jajan di sekolah dan kebutuhan lainnya,” akunya.

Kakak-beradik ini, sering menjajakan jamunya dari perumahan warga hingga area perkantoran di sepanjang Jalan Pemuda.

Salah satunya dijajakan di kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang. Kepala kantor Kemenag Rembang Moh. Mukson salah satu pelanggan tetapnya.

Tidak jarang pimpinan Kemenag Rembang borong jamu yang dijual.

Melihat ketekunan keduanya, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Rembang Sri Farida Ristiyana bersama tim beberapa pekan lalu menelusuri rumahnya.

Akhirnya, melakukan survei produksi jamu di rumah dua anak itu yang beralamatkan di Desa Pedak, Kecamatan Sulang.

Melihat minimnya alat produksi jamu, Kemenag berinisiatif memberikan zakat produktif kepada orang tua Yarindu.

Bantuan zakat berupa alat produksi itu, di antaranya kompor gas dan dan panci senilai Rp 1 juta.

Zakat produktif ini, diserahkan oleh kepala kantor Kemenag Rembang (kakan Kemenag) kepada Maryati saat Festival Ramadan 1446 H pada 21 Maret 2025 di aula Kemenag Rembang.

Kakan Kemenag Mukson berharap, bantuan ini membantu mempermudah produksi jamu Maryati, sehingga bisa meningkatkan jumlah produksi.

”Semoga dengan bantuan ini, usaha jamu Ibu Maryati semakin berkembang,” harapnya.

Maryati menyampaikan terima kasih kepada Kemenag Rembang. Dia berharap, bantuan ini akan bisa meningkatkan perekonomian dan membantu memenuhi kebutuhan keempat putra-putrinya. (*/lin/him)

Editor : Abdul Rochim
#rembang #jamu #kakak beradik