RadarPati.ID - Achmad Rifan mendapat Kalpataru atas jasanya melestarikan lingkungan hidup. Ia berinovasi pelestarian alam melalui inisiasi jambore mangrove CIGPro akhir tahun lalu.
WISNU AJI, Rembang, Radar Kudus
Hembusan angin pantai terasa segar di Pantai Swalan, Pasar Banggi, Rembang.
Puluhan tenda warna-warni berdiri melingkar, menjadi pusat perhatian para peserta Jambore Mangrove CIGPro, acara inovatif yang pertama kali digelar di Kabupaten Rembang secara swadaya.
Di tengah pelataran, ratusan anak muda dari tingkat SMP dan SMA berkumpul.
Sebagian mengenakan seragam pramuka, sebagian lagi memakai seragam sekolah.
Mereka antusias mengikuti materi dari para pegiat lingkungan dan pejabat yang duduk lesehan di panggung utama.
Acara ini adalah inisiatif Achmad Rifan, Ketua Karang Taruna Rembang sekaligus Ketua Rembang Bergerak.
Melalui Jambore Mangrove CIGPro (Climate Innovation Generation Program), ia ingin mengajak generasi muda terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan.
Rifan, yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Jakarta oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terinspirasi untuk menyelenggarakan program ini.
Jambore ini bertujuan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya ekosistem mangrove di kawasan Pasar Banggi yang mencakup area seluas 105 hektare.
Mangrove memiliki peran besar dalam menyerap karbon dan mengurangi dampak perubahan iklim.
“Kami ingin generasi muda punya integritas dalam menjaga lingkungan. Melalui jambore ini, mereka diharapkan memahami manfaat mangrove sekaligus menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing,” ujar Rifan.
Jambore Mangrove CIGPro diisi berbagai kegiatan, seperti penanaman mangrove, sarasehan, bird watching, bersih pantai, transplantasi terumbu karang, dan pentas seni budaya.
Salah satu kegiatan unik adalah pentas wayang mangrove, dimainkan oleh Ki Dalang Supriyadi dari Woro, Kecamatan Kragan.
Wayang mangrove menceritakan pentingnya ekosistem laut, termasuk peran terumbu karang dan ikan dalam menjaga keseimbangan alam.
Dengan pendekatan ini, Rifan berharap anak-anak dapat memahami pelestarian lingkungan melalui kearifan lokal.
Sebanyak 120 peserta jambore, yang merupakan pelajar program Adiwiyata, berkomitmen membentuk kelompok peduli lingkungan di sekolah masing-masing.
Program ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu menjaga kelestarian 63 kilometer garis pantai Rembang.
Achmad Rifan sebelumnya telah menerima penghargaan Kalpataru atas dedikasinya melestarikan lingkungan.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Rifan yang konsisten mendampingi kelompok peduli lingkungan di 14 kecamatan.
“Penghargaan ini bukan akhir, tapi awal dari tanggung jawab untuk terus menjaga dan meningkatkan pelestarian lingkungan,” pungkas Rifan. (*/him)
Editor : Abdul Rochim