RADARPATI.ID - Dua Siswa SMAN 1 Blora Rojihan Puspa Malhotra dan Necha Prima Aqela meraih juara I dalam Kompetisi Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2024.
Mereka menciptakan inovasi, berupa tas yang berbahan utama ban bekas.
ARIF FAKHRIAN KHALIM, Blora, Radar Kudus
Baca Juga: HUT ke 275 Blora, Kurang dari Satu Jam, 275 Gunungan Ludes
TIM siswa SMAN 1 Blora berhasil memboyong emas dari Kompetisi Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2024.
Ada dua siswa yang Rojihan Puspa Malhotra dan Necha Prima Aqela.
Mereka berhasil juara I dengan menciptakan produk inovatif kewirausahaan yang diberi nama Banbag.
Dengan pemanfaatan limbah karet ban bekas disulap menjadi produk berupa tas yang fashionable.
Inovasi itu tak hanya menarik perhatian juri, tapi juga memberikan solusi nyata bagi masalah limbah karet yang sering dibuang atau dibakar.
Saat dijumpai di sekolah, guru pembimbing utama tim SMAN 1 Blora Taufan Affandi menunjukkan produk Banbag itu.
Taufan menceritakan lahirnya inovasi Banbag ini, diawali oleh keprihatinan terhadap tingginya jumlah limbah karet ban bekas yang kurang dimanfaatkan dengan baik.
”Selama ini, ban bekas seringkali hanya dijadikan tali, dibakar, atau bahkan dibuang begitu saja. Padahal, pembakaran ban dapat menimbulkan masalah pencemaran udara dan tanah. Akhirnya membahayakan kesehatan manusia, karena asap yang dihasilkan," ujarnya.
Ia mengatakan, ikut kompetisi FIKSI 2024 memberikan banyak pelajaran berharga bagi tim Banbag.
Selain itu, tim Banbag juga belajar banyak tentang kewirausahaan. Terutama dalam mencari peluang dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Nilai utama mereka dapatkan adalah pantang menyerah. Mulai dari ide awal, riset.
Hingga eksekusi produk, semuanya membutuhkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa.
"Kami belajar bahwa dalam menciptakan sebuah usaha, tidak bisa berdiri sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari mitra kerja, tenaga kerja, dan berbagai pihak yang berperan penting dalam proses pengembangan produk," jelasnya.
Setelah berbincang banyak dengan guru pembimbing Taufan Affandi, Rojihan Putra Malhotra dan Necha Prima Aqela ikut bergabung dan menjelaskan produk inovasi mereka.
Rojihan mengatakan, melihat potensi bahaya dari limbah karet ban ini, tim Banbag terinspirasi menciptakan produk yang dapat mengatasi masalah lingkungan tersebut.
Banbag merupakan tas yang dibuat dari bahan dasar karet ban bekas yang diolah sedemikian rupa, sehingga memiliki nilai estetika tinggi serta nilai guna yang praktis.
”Kami ingin menunjukkan bahwa limbah pun bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Tak hanya dari sisi estetika, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi,"jelasnya.
Ia berharap, dengan hadirnya Banbag dapat mengurangi jumlah limbah ban bekas serta memberikan pilihan fashion yang ramah lingkungan kepada masyarakat.
Produk ini juga membawa misi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang dan pengelolaan sampah yang baik.
Necha menyambung kaitannya dengan proses pengembangan Banbag. Tim Banbag menghadapi berbagai tantangan.
Terutama dalam hal produksi dan keterampilan masyarakat dalam mengolah karet ban.
”Tantangan terbesar bagi kami adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang cara pembuatan produk ini. Banyak yang merasa kesulitan, karena pembuatan Banbag memerlukan ketelitian dan teknik khusus dalam mengolah karet ban," kata Necha.
Untuk mengatasi masalah ini, tim Banbag bekerja sama dengan ekstrakurikuler di sekolah serta masyarakat sekitar untuk mengedukasi mereka tentang proses pembuatan tas dari karet ban.
”Kami memberi pelatihan dan contoh langsung kepada masyarakat, sehingga mereka bisa ikut serta dalam proses produksi. Kami juga mendampingi mereka dalam setiap tahap pembuatan, agar kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga," ungkapnya.
Melalui pendekatan edukatif ini, tim Banbag tak hanya berhasil mengatasi kendala teknis, tetapi juga menciptakan keterlibatan masyarakat dalam inovasi mereka.
Ini menunjukkan, inovasi produk seperti Banbag tak hanya membawa dampak pada aspek lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal dan membuka peluang kerja baru.
Rojihan menceritakan langkah ke depan tim Banbag dalam mengembangkan produk mereka, agar semakin bermanfaat dan berkualitas.
Salah satu rencana yang akan dilakukan dengan menambah variasi produk serta meningkatkan kualitas bahan yang digunakan.
”Kami ingin menciptakan lebih banyak pilihan tas yang menarik. Dengan desain yang lebih beragam, agar bisa menarik minat konsumen dari berbagai kalangan," jelas Rojihan.
Selain itu, tim juga berharap bisa memperluas jangkauan pasar dan menciptakan lapangan pekerjaan. (*/lin)
Editor : Abdul Rochim