Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

SOSOK Sintia Mulia dari Jepara yang Bela-belain Jual Kue saat Sela Kuliah, Kini Sudah Buka Kedai

Fikri Thoharudin • Selasa, 26 November 2024 | 15:50 WIB

 

Sintia Mulia Rahmadanty. (DOKUMENTASI PRIBADI)
Sintia Mulia Rahmadanty. (DOKUMENTASI PRIBADI)

 

MENJADI perempuan yang berdikari bukan hanya karena tidak ingin bergantung pada sosok lelaki belaka.

Namun bagi dara muda asal Jepara Sintia Mulia Rahmadanty, hal tersebut merupakan cita-cita yang ingin diwujudkannya.

Perempuan kelahiran 1 Juni 2000 lulusan jurusan Sastra Inggris Universitas Diponegoro tahun 2021 tersebut sukses tekuni usaha kue.

Dalam menjalankan usahanya tersebut Sintia bersama teman dekatnya sejak duduk di bangku SMP hingga perkuliahan Olivia Vidya Hafifi.

Mulanya pada 2019 pihaknya ikuti ajang pendanaan proposal kewirausahaan dari kampus tercintanya. Merasa berhasil, kemudian mencoba lebih serius merintis usaha tersebut.

"Dulu yang dijual cuma dua menu saja, simpel yaitu tahu salto atau semacam tahu walik isi aci yang dipadukan dengan saus korea dan topping saus keju serta mayo serta ada juga yang kuah. Menu yang bahannya sederhana tapi dimodernisasi seperti saus dan toppingnya," ungkap Sintia kemarin.

Pada awal masa merintis, dia menggunakan sistem pre order (PO) dan cash on delivery (COD).

"Waktu itu open PO kalau jadwal kami (kuliah, Red) lagi selo aja jadi belum terlalu serius banget. Jualannya sekitar kampus aja di Tembalang," ucapnya.

Munculnya pandemi membuat dirinya lebih punya banyak waktu di rumah, sehingga memutuskan lebih mantap membangun bisnis yang kemudian diberi nama My Fodee.

Mulai dari memperbarui strategi marketing, dan membuat jadwal PO setiap minggunya.

"Desember 2021 akhirnya kami punya kesempatan dan rezeki untuk buka kedai pertama di Bangsri Jepara. Modalnya dari hasil jualan COD sebelumnya dan juga tambahan uang pribadi masing-masing. Juli 2023 buka kedai cabang kedua di area Jepara Kota, saat ini kami punya total 12 karyawan," tuturnya.

Produknya sendiri sekarang terdapat 40 jenis makanan berat, cemilan, dessert, hingga kue kering untuk hari raya.

"Kami konsepnya memang ingin memadukan segala jenis makanan agar customer punya banyak pilihan, serta ingin menjadi brand food and beverage (FnB) yang bisa dipercaya oleh warga Jepara untuk membuat makanan-makanan kekinian yang cocok di lidah," sebutnya.

Selain itu terdapat juga makanan lokal seperti mie julid, pangsit goreng, seblak dan sejenisnya. Ada juga makanan luar seperti spaghetti brulee hingga lasagna.

"Untuk best seller ada mie julid, pangsit goreng, dan chicken katsu mentai sambal bawang. Tiga menu itu bisa dibilang khas My Fodee karna resep sendiri dan khas beda dari yang lain terutama di Jepara. Untuk menunya tidak semua ready stock di kedai, ada beberapa yang sistemnya PO," jelasnya.

Disebutkan, My Fodee bisa menerima pemesanan via WhatsApp dulu, sehingga memudahkan customer tinggal datang ke kedai untuk ambil pesanan.

"Ini juga jadi salah satu strategi My Fodee agar customer bisa order dengan mudah dan cepat," singkatnya. (fik/zen)

 

 

 

Photo
Photo
Editor : Abdul Rochim
#cod #jepara #universitas diponegoro #kue #Sastra Inggris #pre order