Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Terobsesi Jadi Guru, Gadis asal Grobogan Ini Tekankan Jangan Sampai Lebih Jago Bahasa Asing dari pada Bahasa Indonesia

Abdul Rochim • Senin, 9 September 2024 | 06:15 WIB
Kartika Dewi Luthfianti. (DOK. PRIBADI)
Kartika Dewi Luthfianti. (DOK. PRIBADI)

RadarPati.ID - BERPROFESI sebagai seorang pengajar membawa Kartika Dewi Luthfianti memiliki segudang pengalaman.

Setelah sempat mengajar di jenjang SMP, Tika -sapaan akrabnya- memutuskan untuk mengajar di bimbingan belajar (bimbel) Ruangguru di Samarinda.

“Dulu sempat ngajar di SMP Eka Sakti Banyumanik Semarang. Kemudian ikut suami di Samarinda dan berkesempatan ngajar di Ruangguru.

Lumayan jauh berbeda dan harus beradaptasi,” kesan lulusan S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Unnes ini.

Selama mengajar, Tika fokus pada seleksi nasional berbasis tes (SNBT) khusus subtes bahasa Indonesia.

“Itu jadi tantangan banget buat aku. Selain biar mereka paham materi dan bisa menjawab soal.

Aku juga turut menyadarkan ke mereka kalau bahasa Indonesia itu unik lho, itu bahasa kita,” ungkapnya.

Perempuan kelahiran Grobogan 14 April 1998 ini juga mengaku kerap memotivasi siswanya akan lebih mendalami bahasa Indonesia.

“Masak lebih jago bahasa asing daripada bahasa sendiri. Jangan sampai kita lebih jago bahasa asing, tapi malah menganggap bahasa Indonesia miskin kosa kata,” jelasnya.

Menurutnya, mengajar di bimbel ini cukup rumit dan harus memiliki strategi tersendiri.

Karena sebagian besar materi SNBT tak diajarkan di sekolah.

Banyak siswa yang baru tahu ternyata bahasa Indonesia itu nggak cuma baca teks yang panjang.

"Tapi harus paham juga apa itu kelas kata, frasa, subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan, kata baku dan tidak baku,” paparnya. (int)

Editor : Abdul Rochim
#SNBT #samarinda #bahasa indonesia #unnes semarang #ruang guru #grobogan