RADARPATI.JAWAPOS.COM - Nama kreator konten asal Banyuwangi, Bilqis Luvena Danendra alias Miss Cendut, menduduki jajaran pembahasan terpopuler di media sosial TikTok dan X (Twitter) sejak Minggu (27/9/2026).
Perbincangan hangat tersebut dipicu oleh unggahan video parodi berdurasi 27 detik milik sang selebgram yang dibenturkan dengan berbagai narasi liar di linimasa.
Baca Juga: Viral Link Full Video 27 Detik Bilqis Banyuwangi di Tiktok dan X
Berdasarkan hasil penelusuran terhadap konten asli, video berdurasi singkat tersebut murni merupakan materi hiburan digital.
Bilqis memparodikan adegan dialog karakter Bella dari serial web Tiba-Tiba Brondong—yang aslinya diperankan oleh aktris Tatjana Saphira—dengan teknik penyesuaian gerak bibir (lipsync), ekspresi wajah, serta gestur komedis.
Eksistensi Bilqis sebagai pembuat konten berjejaring luas—dengan akumulasi lebih dari 500 ribu pengikut di TikTok dan 149 ribu pengikut di Instagram (@bilqisluvv_)—menjadi faktor utama yang membuat unggahan tren audio tersebut menyebar secara masif dalam waktu singkat.
Isu Liar dan Langkah Hukum Tim Pendamping
Di tengah tingginya penayangan video parodi tersebut, bermunculan narasi tak berdasar serta unggahan ulang yang mengaitkan nama Bilqis dengan materi bermuatan lain di luar konten aslinya.
Menanggapi distorsi informasi tersebut, pihak keluarga bersama tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Harsa & Partners secara tegas melayangkan somasi terbuka serta menempuh jalur hukum.
Langkah ini diambil untuk menindak pihak-pihak yang sengaja menyebarkan materi palsu atau merugikan nama baik kliennya. Saat ini, penanganan perkara telah resmi diproses oleh aparat kepolisian di Banyuwangi.
Masyarakat diimbau untuk cermat membedakan antara konten parodi 27 detik yang diunggah secara resmi oleh sang kreator dengan isu atau narasi lain yang menunggangi popularitas namanya.
Pakar Siber Wanti-Wanti Ancaman Tautan Phishing
Maraknya fenomena pencarian kata kunci link full di media sosial turut memicu kewaspadaan dari kalangan ahli keamanan siber.
Praktisi keamanan siber, Muhammad Bella Buay Nunyai, mengingatkan publik untuk tidak tergiur mengeklik tautan sembarangan yang menawarkan akses unduhan video viral.
Menurut Bella, tingginya rasa penasaran warganet kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan situs jebakan (phishing).
Baca Juga: Video Full Bilqis Luvena Banyuwangi, Viral di X
Melalui laman palsu tersebut, pelaku menyasar data-data sensitif pengguna, seperti nama pengguna (username), kata sandi (password), kode OTP, hingga PIN perbankan.
Jika pengguna terpedaya mengisi data tersebut, pelaku dapat mengambil alih akun pribadi hingga menguras rekening korban.
Masyarakat dianjurkan untuk selalu melakukan verifikasi konteks pada akun sumber resmi, tidak mudah terprovokasi oleh judul bermuatan umpan (clickbait), serta menolak menyebarkan tautan yang tidak jelas sumbernya demi menjaga keamanan data pribadi di ruang digital. (*)