RADARPATI.JAWAPOS.COM - Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempercepat transformasi digital pada sistem perlindungan sosial (perlinsos).
Melalui skema Bansos Digital 2027, sekitar 50 juta warga miskin ditargetkan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga Rp5,4 juta yang ditransfer langsung ke rekening bank tanpa perantara.
Baca Juga: Bansos Rp5,4 Juta Mulai Diuji Coba, Ini Cara agar Terdaftar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama jajaran kabinet tengah mematangkan integrasi data raksasa untuk meminimalkan kekeliruan sasaran.
Peluncuran nasional sistem baru ini dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Oktober 2026, sementara penyaluran dana serta pengaktifan rekening massal akan berjalan penuh pada Kuartal I-2027.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pembenahan data kependudukan ini merupakan solusi atas persoalan exclusion error yang selama ini memicu 50 persen penyaluran bansos salah sasaran.
Uji coba sistem digital berbasis data tunggal ini telah menjangkau 215 kabupaten/kota, termasuk pilot project di Banyuwangi, Jawa Timur.
Guna menunjang inklusi keuangan, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun melalui Bank Himbara (seperti BRI dan BSI) untuk pembuatan rekening otomatis berbasis NIK.
Baca Juga: Resmi Cair! Bansos Tunai Rp5,4 Juta per KK, Langsung Masuk Rekening Anda
Warga yang tergolong dalam Desil 1 hingga Desil 5 akan dibuatkan rekening saat mengurus data kependudukan, lengkap dengan stimulus saldo awal sebesar Rp50.000 secara gratis.
Untuk menjamin dana tepat guna, rekening bansos ini dibekali fitur pembatasan transaksi atau kupon digital.
Dana bantuan secara otomatis hanya bisa dibelanjakan untuk bahan pangan pokok, beras, bensin, atau listrik, serta terblokir secara sistem jika digunakan untuk membeli rokok maupun transaksi judi online.
Syarat Penerima Rekening Bansos Otomatis
Status Kependudukan: Terdaftar aktif di Ditjen Dukcapil dan memiliki e-KTP valid.
Tingkat Kesejahteraan: Masuk dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 5 pada basis data DTSEN/DTKS.
Kesesuaian Data: Data pada Kartu Keluarga (KK) selaras dengan data domisili kependudukan.
Perbandingan Bansos Konvensional vs Bansos Digital 2027
Bentuk Bantuan:
Pola Lama: Subsidi barang/produk (Beras, Minyak, Token Listrik).
Bansos Digital 2027: Uang tunai langsung (cashless transfer) ke rekening penerima.
Media Penyaluran:
Pola Lama: Pembagian fisik via RT/RW, kelurahan, atau agen sembako.
Bansos Digital 2027: Langsung masuk rekening Bank Himbara (BRI/BSI) tanpa perantara.
Prosedur Pembukaan Rekening:
Pola Lama: Pengajuan mandiri yang rumit dengan pengumpulan berkas fisik.
Bansos Digital 2027: Otomatis dibuatkan oleh bank saat warga mengurus e-KTP di Dukcapil.
Sistem Pengawasan:
Pola Lama: Rawan pemotongan liar (pungli) dan dijual kembali secara ilegal.
Bansos Digital 2027: Terkunci sistem kupon digital (100% anti-judi online dan rokok).
Inklusi Keuangan:
Pola Lama: Penerima manfaat tetap tidak memiliki akses perbankan.
Bansos Digital 2027: Memiliki rekening aktif dan mendapat stimulus saldo awal Rp50.000.
Status BLT Kesra Rp900 Ribu
Hingga September 2026, pemerintah belum menerbitkan keputusan resmi terkait kelanjutan BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebesar Rp900.000 untuk tahun ini.
Program tersebut merupakan bantuan tambahan bersifat temporer yang disalurkan pada periode Oktober–Desember 2025 dengan alokasi Rp300.000 per bulan, sehingga statusnya berbeda dari bantuan sosial reguler seperti PKH atau BPNT.
Editor : Zakarias Fariury