SPBU Jenderal Sudirman di Kudus Ditutup, Ini Sebabnya Sementara

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:13 WIB


TUTUP: SPBU Pertamina Jenderal Sudirman 44.593.22 Kudus dihentikan sementara dengan menutup area depan SPBU menggunakan tali dan bambu, Rabu (5/8). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)
TUTUP: SPBU Pertamina Jenderal Sudirman 44.593.22 Kudus dihentikan sementara dengan menutup area depan SPBU menggunakan tali dan bambu, Rabu (5/8). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR PATI)

KUDUS – Aktivitas penjualan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina Jenderal Sudirman 44.593.22 Kudus tepatnya depan PR Nojorono, dihentikan sementara sejak Selasa (4/8) siang.

Penghentian operasional tersebut dilakukan atas arahan Pertamina karena SPBU sedang menjalani pembinaan dalam rangka pemenuhan standar Program Pasti Pas dari Pertamina.

Penutupan sementara itu membuat sejumlah pengendara yang hendak mengisi BBM harus berbalik arah dan mencari SPBU lain.

 Meski demikian, pihak pengelola memastikan penghentian operasional bukan disebabkan oleh kelangkaan stok BBM maupun kerusakan fasilitas utama.

Baca Juga: SPBU Kalirejo di Kudus Hentikan Penjualan Pertalite dan Pertamax, Dinas Cek Langsung

Manager SPBU Pertamina Jenderal Sudirman 44.593.22, Mansur Syah, menjelaskan bahwa SPBU tersebut baru terdaftar mengikuti audit Program Pasti Pas dari Pertamina.

Dalam proses audit, ditemukan beberapa persyaratan yang masih perlu dilengkapi sehingga operasional penjualan untuk sementara dihentikan hingga seluruh standar terpenuhi.

“Baru kemarin siang kami diminta tutup sementara untuk mengikuti pembinaan dari Pertamina. Ini karena kami baru mengikuti audit Program Pasti Pas,” ujarnya, Rabu (5/8).

Ia mengaku, dari pihak Pertamina menghubungi SPBU Pertamina Jenderal Sudirman 44.593.22 Kudus untuk menghentikan operasional sementara. Hingga dibuka kembali saat kelengkapan sudah terpenuhi.

“Kemarin pihak Pertamina menghubungi kami agar menghentikan operasional sementara. Dan berlaku hingga kapan belum tau, semoga secepatnya bisa beroperasi kembali,” jelasnya.

Menurutnya, sejumlah kelengkapan yang masih harus dipenuhi.

 Antara lain pembaruan administrasi, pemasangan stiker sesuai standar, pengecatan ulang beberapa bagian bangunan yang mulai kusam, serta penyempurnaan sarana dan prasarana pendukung.

Saat ini seluruh kekurangan tersebut sedang dikerjakan.

Setelah seluruh pembenahan selesai, pihak SPBU akan mengirimkan pembaruan kepada Pertamina untuk dilakukan verifikasi sebelum operasional kembali dibuka.

“Kami sedang melakukan update administrasi, pengecatan, serta melengkapi sarana dan prasarana. Setelah semua selesai akan kami laporkan ke Pertamina. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Mansur menegaskan, penghentian operasional tidak berkaitan dengan ketersediaan BBM.

Pasokan Pertalite maupun jenis BBM lainnya dalam kondisi aman dan siap disalurkan ketika izin operasional kembali diberikan.

“Pasokan BBM aman, penuh. Jadi bukan karena stok habis, tetapi memang sementara dihentikan sampai kelengkapan sesuai standar,” jelasnya.

Ia berharap seluruh proses pembenahan dapat rampung dalam waktu satu hingga dua hari sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal, atau paling lambat dalam pekan ini.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Mohammad Fitriyanto, menegaskan penghentian sementara operasional SPBU bukan merupakan sanksi, melainkan bagian dari proses pemenuhan standar pelayanan yang ditetapkan Pertamina.

Penghentian tersebut karena operasionalnya masih ada yang belum sesuai standar.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah aspek yang harus dibenahi oleh pengelola SPBU, mulai dari penyempurnaan fasilitas pendukung seperti kamar mandi, pemasangan stiker informasi, hingga pemenuhan berbagai kelengkapan lain sesuai ketentuan audit.

Menurut Fitriyanto, setelah seluruh pembenahan selesai, pihak manajemen SPBU wajib melaporkan hasilnya kepada Pertamina.

Selanjutnya Pertamina akan melakukan verifikasi, baik secara daring maupun melalui kunjungan tim ke lapangan.

“Kalau hasil audit sudah sesuai dengan standar Program Pasti Pas, SPBU akan diaktifkan kembali. Cepat atau lambatnya bergantung pada seberapa cepat pihak manajemen menyelesaikan seluruh pembenahan yang diminta,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus, Haryanto (63), mengaku terkejut saat mendapati SPBU tersebut tidak melayani penjualan BBM karena ditutup.

Saat itu ia bermaksud mengisi Pertalite karena bahan bakar di kendaraannya tinggal sedikit.

 Namun setibanya di lokasi, SPBU sudah tidak beroperasi.

“Saya kaget karena sebelumnya tidak tahu kalau SPBU ini tutup. Kebetulan bensin tinggal sedikit dan mau isi di sini,” ujarnya.

Haryanto berharap proses pembinaan dapat segera selesai sehingga SPBU kembali beroperasi dan masyarakat tidak perlu mencari lokasi pengisian BBM yang lebih jauh.

“Kalau memang sedang ada pembinaan atau perbaikan, semoga cepat selesai dan bisa normal lagi,” harapnya. (dik)

Editor : Abdul Rochim
spbu jenderal sudirman spbu ditutup kudus