RADARPATI.JAWAPOS.COM - Membaca buku sambil mendengarkan musik dapat menjadi pilihan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman.
Namun, jenis musik yang dipilih perlu disesuaikan agar tidak terlalu mengganggu konsentrasi.
Berikut tiga jenis musik yang masih relevan didengarkan saat membaca buku.
1. Musik Instrumen
Musik instrumen merupakan musik tanpa vokal atau lirik yang dapat menjadi teman membaca.
Contohnya adalah musik piano klasik seperti karya Claude Debussy, salah satu komponis yang karyanya masih banyak didengarkan hingga kini.
Clair de Lune, misalnya, merupakan bagian dari Suite bergamasque dan pertama kali diterbitkan pada 1905.
Musik instrumental dapat menjadi pilihan karena tidak memiliki lirik yang secara langsung bersaing dengan proses memahami kata-kata dalam buku.
Penelitian mengenai musik dan tugas membaca juga menemukan bahwa musik berlirik lebih berpotensi mengganggu pemahaman dibandingkan musik instrumental.
Musik ini cocok didengarkan di tempat yang tenang seperti kamar, perpustakaan, ruang baca, atau kafe yang tidak terlalu ramai.
Volume yang rendah dan melodi yang relatif lembut dapat membuat musik berfungsi sebagai latar tanpa mengambil perhatian utama dari buku.
2. Lo-Fi
Lo-fi, khususnya lo-fi hip-hop, menjadi salah satu jenis musik yang populer sebagai musik latar untuk belajar dan membaca.
Genre ini berkembang dari kultur beatmaking hip-hop bawah tanah pada 2000-an dan kemudian semakin dikenal luas melalui platform musik serta kanal streaming pada 2010-an.
Tidak ada satu pencipta tunggal lo-fi.
Salah satu nama penting dalam perkembangannya adalah Nujabes, produser asal Jepang yang dikenal melalui perpaduan instrumental hip-hop, jazz, soul, dan elemen elektronik.
Karya Nujabes pada awal 2000-an turut memengaruhi perkembangan estetika lo-fi hip-hop.
Lo-fi banyak dipilih sebagai musik pendamping membaca karena umumnya menggunakan ketukan yang berulang dan minim lirik.
Lo-fi cocok didengarkan saat membaca di kamar, perpustakaan, kafe, maupun ketika bersantai.
3. Jazz
Jazz juga dapat menjadi pilihan bagi pembaca yang menyukai suasana musik yang lebih hidup.
Berbeda dengan musik instrumental sebagai kategori umum, jazz memiliki karakter khas berupa improvisasi dan permainan ritme.
Jazz berkembang di Amerika Serikat pada awal abad ke-20, dengan New Orleans memiliki peran penting dalam perkembangannya.
Musik jazz terbentuk dari pertemuan berbagai tradisi, termasuk blues, ragtime, marching music, serta tradisi musik Afrika-Amerika.
Beberapa tokoh penting dalam sejarah awal dan perkembangannya antara lain Louis Armstrong, Duke Ellington, Charlie Parker, dan Miles Davis.
Untuk membaca, jazz instrumental dengan tempo yang relatif santai dapat memberikan suasana yang hangat dan tidak monoton. Namun, karena jazz memiliki banyak gaya, pembaca sebaiknya memilih jenis yang tidak terlalu ramai atau memiliki perubahan dinamika yang ekstrem.
Jazz dapat dinikmati di kafe, ruang baca, kamar, atau tempat lain yang nyaman. Pilihan jazz yang lembut dan volume yang tidak terlalu tinggi dapat membuat musik berperan sebagai latar, sementara perhatian tetap tertuju pada bacaan.
Musik Mana yang Cocok untuk Membaca?
Ketiga jenis tersebut memiliki karakter berbeda. Musik instrumen cocok bagi pembaca yang menginginkan suasana tenang, lo-fi dapat memberikan nuansa santai dengan ketukan yang berulang, sedangkan jazz dapat menghadirkan suasana yang lebih hangat dan berkarakter.
Tidak ada satu jenis musik yang terbukti selalu paling baik untuk semua orang. Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh musik terhadap perhatian dan pemahaman dapat berbeda bergantung pada jenis tugas, karakter musik, dan preferensi pendengarnya.
Karena itu, kunci utamanya adalah memilih musik yang nyaman bagi diri sendiri, menggunakan volume yang wajar, serta menghindari lagu dengan lirik yang terlalu menarik perhatian ketika sedang membaca teks yang membutuhkan konsentrasi.
Editor : Abdul Rochim