BLORA – Jumlah pencari kerja di Kabupaten Blora mengalami lonjakan pada April 2026.
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Blora mencatat 548 orang mendaftar sebagai pencari kerja pada bulan tersebut, meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Kepala Dinperinaker Kabupaten Blora Endro Budi Darmawan mengatakan, total pencari kerja yang terdaftar selama Januari hingga April 2026 mencapai 964 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 338 laki-laki dan 626 perempuan.
Baca Juga: Blora Bidik Tambahan PAD dari Kabel Internet, Baru Tiga Provider Terdata
Berdasarkan data bulanan, pendaftaran pencari kerja tercatat sebanyak 160 orang pada Februari, kemudian meningkat menjadi 256 orang pada Maret.
Angka tersebut melonjak menjadi 548 orang pada April.
“Jumlah pencari kerja tertinggi tercatat pada April 2026, yakni sebanyak 548 orang,” katanya di Blora, Kamis.
Dari total 964 pencari kerja, sebanyak 526 orang telah mendapatkan penempatan kerja melalui skema Antar Kerja Lokal (AKL) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN).
Penempatan tersebut terdiri atas 402 perempuan dan 124 laki-laki.
Pasar kerja lokal masih menjadi penyerap utama tenaga kerja. Melalui skema AKL, sebanyak 483 orang berhasil ditempatkan, terdiri atas 105 laki-laki dan 378 perempuan.
Sementara itu, penempatan melalui skema AKAN mencapai 43 orang, dengan rincian 19 laki-laki dan 24 perempuan.
Penempatan AKL secara bulanan tercatat sebanyak 91 orang pada Januari, 105 orang pada Februari, 149 orang pada Maret, dan 138 orang pada April.
Adapun penempatan AKAN masing-masing sebanyak lima orang pada Januari, 15 orang pada Februari, delapan orang pada Maret, dan 15 orang pada April.
Taiwan Jadi Tujuan Favorit Pekerja Migran
Di sisi lain, data hingga September 2026 menunjukkan sebanyak 99 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Blora telah terdaftar untuk bekerja di luar negeri.
Taiwan menjadi negara tujuan terbanyak dengan 58 orang. Berikutnya Malaysia sebanyak 13 orang, Turki 12 orang, Hong Kong delapan orang, Jepang tiga orang, dan Singapura dua orang.
Sementara itu, Arab Saudi, Bulgaria, dan Dominika masing-masing tercatat menjadi tujuan satu CPMI.
Endro menyebut pasar kerja lokal masih menjadi tujuan utama penempatan tenaga kerja asal Blora.
Kondisi tersebut terlihat dari data penempatan sepanjang 2025 hingga April 2026.
Sepanjang 2025, Dinperinaker Blora mencatat 4.841 pencari kerja terdaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.430 orang atau sekitar 70,8 persen berhasil memperoleh pekerjaan.
Pencari kerja pada tahun tersebut juga didominasi perempuan, yakni 2.938 orang, sedangkan laki-laki sebanyak 1.903 orang.
Dari total penempatan pada 2025, sebanyak 3.228 orang atau sekitar 94,1 persen terserap melalui pasar kerja lokal.
Jumlah itu terdiri atas 1.846 perempuan dan 1.382 laki-laki.
Penempatan AKL tertinggi pada 2025 terjadi pada Agustus dengan 564 orang.
Berikutnya, Juli mencatat 336 orang dan April sebanyak 334 orang.
Adapun penempatan melalui skema AKAN mencapai 202 pekerja migran sepanjang 2025, terdiri atas 107 perempuan dan 95 laki-laki.
Penempatan terbanyak terjadi pada Juli sebanyak 29 orang dan Agustus sebanyak 25 orang.
Sementara itu, pendaftaran pencari kerja tertinggi sepanjang 2025 terjadi pada Mei dengan 1.105 orang.
Angka tersebut disusul April sebanyak 712 orang dan Juli sebanyak 553 orang.
Menurut Endro, bertambahnya angkatan kerja baru, termasuk lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi, turut memengaruhi peningkatan jumlah pencari kerja.
“Pasar kerja lokal masih menjadi tujuan utama penempatan tenaga kerja asal Kabupaten Blora,” katanya. (*)
Editor : Abdul Rochim