BLORA – Video yang memperlihatkan dugaan tindakan menendang siswa di kamar mandi SMKN 1 Blora beredar di masyarakat.
Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah siswa berada di dalam toilet saat diduga sedang merokok.
Bagian kaki seseorang yang mengenakan celana khaki dan sepatu hitam tampak mengarah kepada siswa dalam video tersebut.
Pihak sekolah menyebut tindakan itu diduga dilakukan saat petugas mengetahui siswa melakukan pelanggaran.
Baca Juga: Tak Mampu Bayar Utang Bank, Rumah Warga Berbak Blora Dieksekusi
Plt Kasubag TU SMKN 1 Blora Sri Suprihartiningsih membenarkan adanya persoalan siswa yang memanfaatkan izin ke toilet untuk melakukan aktivitas yang dilarang di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sejumlah siswa terkadang menyalahgunakan kesempatan ketika meminta izin ke belakang atau toilet.
Salah satunya dengan merokok bersama-sama di kamar mandi.
“Kadang anak-anak didik kami menyalahgunakan kata izin ke belakang. Malah dilakukan untuk hal yang di luar nalar, yaitu merokok bareng-bareng di kamar mandi,” ujarnya.
Sri menduga kejadian dalam video diketahui petugas sekolah yang sedang berkeliling melakukan pengawasan.
Tindakan yang terekam tersebut kemungkinan dilakukan secara spontan saat petugas mendapati siswa melanggar aturan.
“Ya mungkin ada guru yang sedang keliling dan mengetahui hal tersebut, mungkin spontan melakukan hal tersebut,” katanya.
Meski demikian, sekolah akan mengevaluasi cara memberikan teguran kepada siswa. Hal itu dilakukan agar pembinaan tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru.
“Ke depannya kami akan membenahi cara menegur, mungkin dengan cara membentak saja,” ungkapnya.
Sri mengatakan persoalan kedisiplinan di sekolah tidak hanya berkaitan dengan rokok.
Bahkan, terdapat siswa kelas X yang baru masuk sekolah dan telah terindikasi mengonsumsi minuman keras.
“Untuk siswa baru kelas 10, saat pertama masuk saja ada yang sudah terindikasi miras. Kami mengetahui hal tersebut karena saat ditegur kelakuannya, siswa tersebut semakin berani. Saat diajak ke pos satpam, mulutnya bau miras,” jelasnya.
Sekolah sebenarnya telah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.
Namun, keberadaan perangkat tersebut belum sepenuhnya mampu mencegah pelanggaran karena siswa dapat memanfaatkan waktu ketika meminta izin ke toilet saat pembelajaran berlangsung.
“CCTV itu sebenarnya sudah ada, tetapi para siswa mengambil kesempatan saat izin ke toilet ketika pembelajaran,” ujarnya.
Pihak sekolah selanjutnya akan membenahi sistem pengawasan siswa maupun siswi.
Evaluasi juga dilakukan terhadap pola pengawasan di sejumlah titik yang dinilai rawan dimanfaatkan untuk melakukan pelanggaran.
Sementara itu, Humas SMKN 1 Blora Djoko Driyono menyampaikan kejadian dalam video kemungkinan berlangsung saat jam istirahat.
Ia mengaku belum dapat memastikan siapa pihak yang melakukan tindakan tersebut.
“Kalau tidak salah, itu saat istirahat. Mungkin ada satpam atau petugas sekolah yang tanpa sengaja mengetahui hal tersebut,” jelasnya.
Djoko mengatakan sekolah memahami pentingnya penegakan kedisiplinan. Namun, cara memberikan teguran kepada siswa juga harus menjadi perhatian agar tidak berlebihan.
“Walaupun yang namanya anak, kami memaklumi. Yang diperlihatkan di video itu saya kira masih dalam hal yang wajar,” katanya.
Meski demikian, Djoko menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya wali murid, apabila tindakan yang terlihat dalam video tersebut dinilai sebagai bentuk teguran yang berlebihan.
“Kami akan selalu berusaha meminta maaf atas apa pun perbuatannya kepada masyarakat, khususnya wali murid yang secara langsung berkaitan. Kami mewakili SMKN 1 Blora meminta maaf sebesar-besarnya barangkali itu dianggap teguran yang berlebihan,” ujarnya.
Ia menegaskan, SMKN 1 Blora tetap berkomitmen membentuk siswa yang memiliki karakter disiplin dan jujur.
“Kami meyakini bahwa kami SMKN 1 Blora ingin muridnya punya sifat jujur dan disiplin,” pungkasnya. (ari)
Editor : Abdul Rochim