SPPG Desa Tutup di Blora Disetop 20 Hari Usai 13 Siswa Alami Keracunan MBG

Abdul Rochim • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:58 WIB
‎DITUTUP: Operasional SPPG Tutup Desa Tutup Kecamatan Tunjungan berhenti operasional sementara, tampak dapur sedang direnovasi untuk kebutuhan perbaikan.  (‎ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
‎DITUTUP: Operasional SPPG Tutup Desa Tutup Kecamatan Tunjungan berhenti operasional sementara, tampak dapur sedang direnovasi untuk kebutuhan perbaikan. (‎ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tutup, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora, dihentikan sementara selama 20 hari.

Penghentian dilakukan setelah 13 siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami gejala yang diduga keracunan.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora Artika Diannita mengatakan, pihaknya menerima laporan mengenai sejumlah siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Blora Tunjungan Tutup yang dikelola Yayasan Pelita Gizi Makmur.

Pihaknya kemudian mendatangi sekolah untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Baca Juga: SPPG Ngawen Blora Jadi Percontohan MBG Prasmanan, Siswa Bisa Ambil Porsi Sendiri

Berdasarkan pemeriksaan Puskesmas Tunjungan, terdapat 13 siswa yang mengalami gejala berupa mual, pusing, dan muntah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dari pihak Puskesmas Tunjungan waktu itu ada sekitar 13 siswa yang mengalami gejala mual, pusing, dan muntah. Kemudian untuk para siswa tadi sudah diperbolehkan pulang,” ucap Artika.

Laporan kejadian tersebut selanjutnya diteruskan kepada pimpinan. Informasi yang dilaporkan meliputi jumlah siswa yang mengalami keluhan, SPPG penyedia makanan, serta menu yang disajikan.

“Kita sudah laporan kejadian cepat ya, terkait dengan adanya keluhan, kemudian jumlahnya, kemudian dari SPPG mana, serta dari menu apa yang disajikan. Dari laporan tersebut, SPPG Tutup diberhentikan sementara selama 20 hari,” katanya.

Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Hingga kini, pihak SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya keluhan pada para siswa.

Artika mengatakan, penghentian sementara operasional dilakukan sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut.

Keputusan mengenai penghentian operasional SPPG berada pada pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau yang seperti biasanya ketika ada kejadian kita laporkan ke pimpinan pusat. Lalu untuk kemungkinan tutup, tutup sementara. Jadi kalau keputusan tetap ada pada pimpinan BGN,” terangnya.

Satgas MBG Kabupaten Blora juga telah menindaklanjuti laporan tersebut melalui Koordinator Wilayah SPPG.

Wakil Bupati Blora Sri Setyorini yang akrab disapa Bude Rini mengatakan, penghentian operasional SPPG Tutup dilakukan selama 20 hari sembari menunggu evaluasi.

“Kemarin saya di luar kota, tim langsung turun lapor, dan hasilnya tutup 20 hari ke depan sambil dievaluasi,” katanya.

Selama masa penghentian tersebut, evaluasi dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian dan memastikan keamanan makanan sebelum operasional SPPG kembali berjalan. (ari)

Editor : Abdul Rochim
MBG Blora dugaan keracunan MBG siswa keracunan MBG SPPG Tutup Blora SPPG Tunjungan