Siswa dan Orang Tua di Blora Trauma Makan MBG

Abdul Rochim • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 10:10 WIB

‎DIRAWAT: Sejumlah siswa SMAN 1 Tunjungan masih dirawat di Klinik Citra Mulia diduga akibat keracunan MBG Senin (7/9). /‎ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS
‎DIRAWAT: Sejumlah siswa SMAN 1 Tunjungan masih dirawat di Klinik Citra Mulia diduga akibat keracunan MBG Senin (7/9). /‎ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR KUDUS

BLORA — Sebanyak lima siswa SMAN 1 Tunjungan masih menjalani rawat inap setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Sukorejo 2 pada Senin (7/9). Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa dan wali murid mengaku trauma untuk kembali mengonsumsi MBG.

Guru Penanggung Jawab MBG SMAN 1 Tunjungan Dwi Nur Setyowati mengatakan, lima siswa masih menjalani perawatan. Empat siswa dirawat di Klinik Citra Mulia, sedangkan satu lainnya menjalani perawatan di Puskesmas Japah.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Siswa di Pati Kini Trauma Bilang MBG Jangan Dilanjut

“Kondisi siswa yang dirawat masih terasa pusing dan perut mules. Hanya saja diarenya sudah berkurang, tapi perutnya masih panas,” ucapnya.

Humas SMAN 1 Tunjungan Ainur Totok Rofiq menambahkan, sebanyak 18 siswa yang sempat masuk sekolah kemudian meminta izin pulang karena masih mengalami sejumlah keluhan. Di antaranya mules, mimisan, mual, dan pusing.

“Dari data kami ada siswa kelas X, XI, dan XII, kebanyakan siswa kelas XII. Kemungkinan mereka masih merasakan efek samping dari keracunan kemarin,” ujarnya.

Menurut Rofiq, sejumlah siswa kelas XII bahkan memaksakan diri masuk sekolah karena harus mengikuti persiapan ujian TKA.

Salah satu siswa yang masih menjalani rawat inap, Huda, menceritakan mulai merasakan mual, pusing, dan diare sekitar pukul 00.00 pada Selasa (8/9). Dia mengaku mengalami diare hingga lima kali.

Huda juga menyebut sempat memakan makanan milik temannya karena diminta. Setelah sampai di rumah, dia hanya mengonsumsi buah semangka.

Siswa lainnya, Alviano, juga masih menjalani perawatan di Klinik Citra Mulia. Dia mengaku masih merasakan pusing dan perut mules. Sehari sebelumnya, dia mengalami diare hingga enam kali.

“Saya itu makannya nasi cuma sedikit dan ayamnya yang banyak. Soalnya saya juga makan ayam punya teman itu agak lembek dan ada kecut-kecut, kalau punya saya enak-enak saja,” ucapnya.

Keluhan serupa juga dirasakan Siti Mulyaningsih, siswa kelas XII SMAN 1 Tunjungan. Meski masih pusing, dia memaksakan diri masuk sekolah karena harus mengikuti ulangan.

Siti mengaku sempat dibawa ke klinik pada Selasa (8/9). Namun, dia memilih kembali ke sekolah karena ada ujian.

“Ini terpaksa masuk sekolah karena ada ulangan, meskipun masih terasa pusing. Saat ini masih trauma kalau makan MBG, takut kejadian serupa terulang lagi,” ungkapnya.

Rasa khawatir juga dirasakan orang tua siswa. Endang, wali murid Huda, mengaku trauma jika anaknya kembali mengonsumsi MBG setelah mengalami sakit hingga harus menjalani perawatan.

“Takut, Mas. Tidak usah dikasih MBG, mending kasih uang saja biar saya masak dari rumah. Sebelum ada MBG biasanya saya bawakan sarapan dan dimakan di sekolah,” ungkapnya. (ari) 

 

 
 
Editor : Abdul Rochim
MBG Blora SMAN 1 Tunjungan SPPG Sukorejo 2 siswa dirawat keracunan mbg