Blora Masih Kekurangan 39 Dokter Spesialis, Ini Rinciannya dan Langkah Pemkab

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:05 WIB

KESEHATAN: Siswa SMPN 1 Blora melakukan pemeriksaan dengan dokter di program Cek Kesehatan Gratis (CKG).  (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
KESEHATAN: Siswa SMPN 1 Blora melakukan pemeriksaan dengan dokter di program Cek Kesehatan Gratis (CKG). (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis.

Tiga rumah sakit milik pemerintah daerah saat ini masih kekurangan 39 dokter spesialis yang tersebar di 20 bidang layanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edy Widayat, mengatakan kebutuhan tersebut mencakup RSUD dr. R. Soetijono Blora, RSUD dr. R. Soeprapto Cepu, dan RSUD Samin Surosentiko Randublatung.

Menurutnya, kebutuhan dokter spesialis dasar seperti penyakit dalam, bedah, obstetri dan ginekologi (obgyn), serta spesialis anak saat ini telah terpenuhi di rumah sakit pemerintah.

Baca Juga: Sebut Batak Saat Mengamuk di Tempat Karaoke, Agus Palon Resmi Jadi Tersangka

"Dokter spesialis dasar seperti penyakit dalam, bedah, obgyn, dan anak sudah tercukupi di rumah sakit pemerintah kami," ujarnya.

Meski demikian, sejumlah dokter spesialis lainnya masih sangat dibutuhkan, seperti spesialis ortopedi, jantung, paru, saraf, hingga bedah mulut.

"Total kebutuhan dokter spesialis di rumah sakit daerah mencapai 39 orang yang mencakup 20 bidang spesialis," katanya.

Gandeng Perguruan Tinggi

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Pemkab Blora menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Jawa Timur guna menjaring lulusan dokter spesialis yang bersedia bertugas di Blora.

Saat ini, kerja sama telah dilakukan dengan Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

"Sementara ini kami sudah bekerja sama dengan Undip dan UNS untuk menjaring mahasiswa spesialis yang belum terikat dengan pemerintah daerah," jelas Edy.

Selain merekrut lulusan baru, Dinas Kesehatan juga mendorong dokter umum yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) di puskesmas maupun rumah sakit untuk melanjutkan pendidikan spesialis.

Pemerintah daerah akan membantu mengupayakan beasiswa melalui Kementerian Kesehatan bagi tenaga medis yang ingin melanjutkan pendidikan.

"Kalau PNS di puskesmas dan rumah sakit mengambil pendidikan spesialis, setelah lulus mereka akan kembali mengabdi di Blora. Dalam empat tahun terakhir sudah ada 16 dokter umum PNS yang melanjutkan pendidikan spesialis di beberapa universitas," ungkapnya.

Daftar Kebutuhan Dokter Spesialis

Adapun kebutuhan dokter spesialis di tiga rumah sakit milik Pemkab Blora meliputi:

Pemkab berharap upaya kerja sama dengan perguruan tinggi serta program beasiswa bagi dokter umum dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sehingga pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah semakin optimal. (ari)

 

Editor : Abdul Rochim
dokter spesialis Blora kekurangan dokter spesialis tenaga kesehatan Blora Dinas Kesehatan Blora rsud blora