BPOM Ambil Alih Uji Laboratorium Sampel MBG di Blora

Eko Santoso • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:15 WIB

Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan 19 siswa SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, mengalami keracunan.

Pemeriksaan yang semula dilakukan oleh UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora kini sepenuhnya diambil alih oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Langkah tersebut dilakukan agar proses pengujian dilakukan oleh lembaga yang memiliki kewenangan lebih tinggi.

Baca Juga: SPPG Bogowanti Blora Disorot, Penggunaan MinyaKita untuk MBG Dinilai Langgar Ketentuan

Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat mengatakan, UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora memang sempat memulai pemeriksaan. 

Namun, setelah tim BPOM datang ke Blora, seluruh proses pengujian diserahkan kepada lembaga tersebut.

"Selaku pemeriksa yang lebih tinggi," ujar Edi.

Karena pengujian kini menjadi kewenangan BPOM, Dinkesda hanya menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Hingga kini belum ada laporan hasil dari BPOM," katanya.

Menurut Edi, hasil uji laboratorium akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyimpulkan penyebab insiden tersebut sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Sebelumnya, sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Selasa (21/7). Mereka sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ngawen.

Menu yang disajikan saat itu terdiri atas nasi, telur utuh, kacang campur tempe, anggur, dan susu kotak rasa cokelat.

Usai kejadian, tim Dinkesda Blora langsung melakukan inspeksi ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti.

Pemeriksaan meliputi gudang penyimpanan, alur penerimaan dan distribusi bahan pangan, penempatan bahan makanan, hingga pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium. (tos)

Editor : Abdul Rochim
SPPG Bogowanti Dinkesda Blora SDN Sendangrejo keracunan mbg bpom