BLORA – Rencana penyaluran hibah buku dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk 30 titik perpustakaan di Kabupaten Blora terancam batal. Kondisi tersebut dipicu pemangkasan anggaran Perpusnas yang berdampak pada penghentian sejumlah program bantuan ke daerah.
Pemotongan anggaran membuat alokasi dana Perpusnas turun menjadi Rp 377,9 miliar, dari sebelumnya Rp 721 miliar pada 2025.
Dampaknya tidak hanya menghentikan program pengiriman buku, tetapi juga bantuan renovasi maupun pembangunan fisik perpustakaan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora Mohamad Toha Mustofa mengatakan, pihaknya telah mengusulkan 30 titik perpustakaan desa, pojok baca masyarakat, perpustakaan tempat ibadah, hingga perpustakaan puskesmas untuk menerima hibah buku pada 2026.
Baca Juga: Polres Blora Periksa Enam Saksi untuk Dalami Dugaan Keracunan MBG
Menurutnya, pada 2024 usulan hibah untuk 25 titik disetujui Perpusnas. Sementara pada 2025, sebanyak 30 titik juga berhasil memperoleh bantuan serupa.
"Pada 2026 kami kembali mengajukan 30 titik. Namun hingga saat ini belum ada kepastian dari Perpusnas terkait realisasi program hibah buku tersebut," ujarnya.
Toha menjelaskan, setiap lokasi penerima hibah biasanya memperoleh sekitar 1.000 buku yang didistribusikan mulai Agustus hingga Desember.
Perpustakaan desa menjadi pihak yang paling banyak mengajukan tambahan koleksi karena tingginya kebutuhan bahan bacaan di masyarakat.
Ia mengaku menyayangkan apabila program tersebut tidak dapat direalisasikan.
Menurutnya, pengajuan hibah telah memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari tersedianya lokasi, pengelola, komitmen pengurus, hingga koleksi buku awal yang menjadi syarat administrasi.
Meski demikian, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora tetap berupaya memperkuat budaya literasi melalui program Sedekah Buku.
Program tersebut mengajak masyarakat menyumbangkan buku secara sukarela untuk melengkapi koleksi taman baca maupun pojok baca di berbagai wilayah.
"Masih banyak kebutuhan buku, terutama buku dongeng untuk taman kanak-kanak. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut berpartisipasi melalui program Sedekah Buku yang telah diluncurkan pada Hari Pendidikan Nasional," jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi sementara agar perpustakaan desa dan ruang baca masyarakat tetap memiliki tambahan koleksi meski bantuan dari Perpusnas belum dapat direalisasikan. (ari)
Editor : Abdul Rochim