Dapur MBG Bogowanti Blora Ditutup Sementara, 19 Siswa Korban Dugaan Keracunan Sudah Pulih

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:24 WIB
TUTUP: Tampak depan SPPG Bogowanti tidak beroperasi akibat keracunan siswa di SDN 1 Sendangrejo, Blora. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
TUTUP: Tampak depan SPPG Bogowanti tidak beroperasi akibat keracunan siswa di SDN 1 Sendangrejo, Blora. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bogowanti, Kecamatan Ngawen, dihentikan sementara setelah 19 siswa SDN 1 Sendangrejo mengalami gangguan pencernaan yang diduga berkaitan dengan menu MBG.

Sementara itu, seluruh siswa yang sempat dirawat kini telah pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan penghentian operasional dilakukan mulai Selasa (21/7/2026) menyusul kejadian yang menimpa para siswa.

Baca Juga: BGN Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG Blora, Selama Belum Berstatus KLB

"Dapur SPPG Bogowanti ditutup karena kejadian menonjol berupa gangguan pencernaan pada 19 siswa SDN 1 Sendangrejo yang diduga disebabkan susu UHT yang rusak," ujarnya.

Menurut Artika, hingga kini belum dapat dipastikan kapan dapur tersebut kembali beroperasi.

Pembukaan kembali akan menunggu pencabutan penghentian operasional sementara serta hasil pemeriksaan laboratorium.

"Penutupan berlaku sampai ada surat pencabutan penghentian operasional sementara. Kami juga masih menunggu hasil laboratorium dari Labkesda tingkat kabupaten dan provinsi," katanya.

Selain menunggu hasil uji laboratorium, pengelola SPPG diwajibkan melakukan pembenahan tata kelola dapur serta melengkapi berbagai persyaratan operasional.

Perbaikan tersebut meliputi pemenuhan standar infrastruktur, sertifikasi halal, uji kelayakan air, sertifikat juru masak, penggunaan alat pengering ompreng, hingga persyaratan lain sesuai standar operasional SPPG.

"Sambil menunggu hasil laboratorium, pengelola harus meningkatkan fasilitas dan memenuhi seluruh standar yang dipersyaratkan agar operasional dapat kembali berjalan," jelas Artika.

Sementara itu, Kepala SDN 1 Sendangrejo, Yuliati, memastikan kondisi seluruh siswa yang sempat mengalami gangguan pencernaan kini telah membaik.

Pada Selasa (21/7), sebanyak 13 dari 19 siswa sudah kembali mengikuti pembelajaran, sedangkan enam siswa lainnya masih beristirahat di rumah.

"Rabu (22/7) seluruh siswa sudah masuk sekolah. Mereka sudah kembali beraktivitas, bahkan mengikuti latihan gerak jalan dan tidak ada lagi keluhan," ujarnya.

Yuliati juga mengungkapkan seluruh biaya perawatan siswa selama menjalani pengobatan ditanggung oleh pihak dapur SPPG.

Pengelola dapur juga mendatangi rumah para siswa untuk memantau kondisi kesehatan mereka.

"Seluruh biaya perawatan ditanggung pihak SPPG. Mereka juga mengunjungi rumah siswa untuk memastikan kondisinya sudah membaik," katanya. (*/him)

 

Editor : Abdul Rochim
SPPG Bogowanti keracunan MBG Blora SDN 1 Sendangrejo dapur MBG ditutup program Makan Bergizi Gratis