SPPG Bogowanti Gunakan MinyaKita untuk MBG, Korwil Beri Teguran Usai Dugaan Keracunan Siswa

Eko Santoso • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:59 WIB

PARAH: Deretan minyak kita di rak SPPG Bogowanti, Ngawen. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
PARAH: Deretan minyak kita di rak SPPG Bogowanti, Ngawen. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti, Kecamatan Ngawen, kembali menjadi sorotan setelah diduga menjadi penyedia menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan 19 siswa SD Negeri Sendangrejo mengalami keracunan. 

Sorotan kali ini muncul karena dapur MBG tersebut diketahui menggunakan minyak goreng bersubsidi MinyaKita.

Sebelumnya, pada Senin (20/7), sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi menu MBG yang disediakan SPPG Bogowanti.

Baca Juga: 218 Kursi SMP Negeri di Blora Masih Kosong, SMPN 3 Menden Kekurangan Siswa Terbanyak

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

SPPG Bogowanti dikelola oleh Yayasan Mitra Cendekia Waskita.

Penggunaan MinyaKita diketahui saat sejumlah pihak melakukan inspeksi ke dapur MBG dan menemukan sejumlah kemasan minyak goreng bersubsidi tersimpan di rak dapur.

Mitra Yayasan Mitra Cendekia Waskita, Sumining, mengakui penggunaan MinyaKita telah berlangsung sekitar sepekan sebelum insiden.

 Minyak tersebut diperoleh dari pemasok karena pihaknya menganggap penggunaannya diperbolehkan.

"Kami ambil dari supplier," ujarnya.

Ia mengatakan penggunaan MinyaKita juga diterapkan di sejumlah dapur MBG lainnya sehingga pihaknya menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

"Di gudang sekarang masih ada sekitar tiga dus," katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Blora, Artika Diannita, menegaskan penggunaan minyak goreng bersubsidi tidak sesuai dengan ketentuan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, bahan baku yang digunakan seharusnya merupakan produk berkualitas premium.

Artika mengatakan pihaknya akan memberikan pembinaan kepada seluruh mitra agar tidak lagi menggunakan MinyaKita dalam penyediaan makanan MBG.

"Kami akan mengingatkan seluruh mitra agar ke depan tidak lagi memakai minyak goreng bersubsidi dan menggunakan minyak sesuai ketentuan," ujarnya.

Meski demikian, Korwil SPPG Blora belum menjatuhkan sanksi kepada pengelola SPPG Bogowanti.

Temuan tersebut akan terlebih dahulu dilaporkan kepada KPPG Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti.

"Kami laporkan dulu ke KPPG Jawa Tengah. Nanti keputusan terkait tindak lanjut maupun sanksi menjadi kewenangan mereka," pungkasnya. (tos/him)

Editor : Abdul Rochim
MBG Blora SPPG Bogowanti keracunan siswa Blora Makan Bergizi Gratis MinyaKita