218 Kursi SMP Negeri di Blora Masih Kosong, SMPN 3 Menden Kekurangan Siswa Terbanyak

Arif Fakhrian Khalim • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:57 WIB

PULANG: Situasi siswa SMP Negeri 1 Blora pulang dan keluar lingkungan sekolah.  (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
PULANG: Situasi siswa SMP Negeri 1 Blora pulang dan keluar lingkungan sekolah. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Sebanyak 218 kursi di lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Blora masih belum terisi pada tahun ajaran 2026/2027. 

Kondisi ini dipicu menurunnya jumlah lulusan sekolah dasar (SD) yang berdampak pada berkurangnya pendaftar di sejumlah SMP, terutama yang berada di wilayah pinggiran.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, SMP Negeri 3 Menden, Kecamatan Kradenan, menjadi sekolah dengan jumlah kursi kosong terbanyak.

Baca Juga: Penyebab Dugaan Keracunan 19 Siswa SD Sendangrejo Blora Masih Tunggu Hasil Laboratorium

Dari kuota 90 siswa yang tersedia, sekolah tersebut hanya menerima 20 siswa baru sehingga masih menyisakan 70 kursi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Nuril Huda mengatakan, terdapat lima SMP Negeri yang belum mampu memenuhi kuota rombongan belajar (rombel) pada penerimaan peserta didik tahun ini.

Lima sekolah tersebut yakni SMP Negeri 2 Bogorejo, SMP Negeri 3 Menden, SMP Negeri 3 Ngawen, SMP Negeri 4 Doplang Satu Atap, dan SMP Negeri 3 Bogorejo Satu Atap.

“Jumlah lulusan SD di Blora saat ini memang mengalami penurunan. Kondisi itu berpengaruh terhadap jumlah pendaftar di hampir seluruh SMP,” ujarnya.

Data Dinas Pendidikan menunjukkan SMP Negeri 2 Bogorejo memiliki kuota 61 siswa, namun hanya terisi 20 siswa sehingga masih terdapat 41 kursi kosong.

Sementara SMP Negeri 3 Ngawen menyediakan 64 kursi, terisi 15 siswa dan menyisakan 49 kursi.

Kondisi serupa juga terjadi di sekolah satu atap. SMP Negeri 4 Doplang Satu Atap memiliki kuota 44 siswa dan baru terisi 14 siswa, sehingga masih tersedia 30 kursi.

Sedangkan SMP Negeri 3 Bogorejo Satu Atap hanya menerima tiga siswa dari kuota 31 siswa atau menyisakan 28 kursi.

Menurut Nuril, berkurangnya jumlah peserta didik menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan di Blora.

 Meski demikian, sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan siswa diharapkan tetap mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.

Ia menegaskan, kondisi sekolah pinggiran yang terus mengalami penurunan jumlah siswa akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.

“Tidak menutup kemungkinan jumlah lulusan SD akan terus berkurang. Karena itu mutu pendidikan dan pelayanan di sekolah yang kekurangan murid harus terus ditingkatkan,” katanya. (ari)

 

Editor : Abdul Rochim
SMP Negeri Blora kursi kosong SMP SMPN 3 Menden PPDB Blora 2026 dinas pendidikan blora