BLORA – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora masih menyelidiki penyebab dugaan keracunan yang dialami 19 siswa SD Negeri Sendangrejo usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/7/2026).
Selain menguji sampel di laboratorium daerah, Dinkesda juga mengirim sampel makanan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat mengatakan, pengujian dilakukan guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan yang diduga berasal dari menu MBG yang diproduksi SPPG Bogowanti.
Baca Juga: Siswa SD Sendangrejo di Blora Sambat Pusing hingga Perut Sakit setelah Meminum Susu MBG
"Sampel juga dikirim ke BPOM," ujarnya.
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu, menjelaskan pihaknya langsung melakukan inspeksi ke SPPG Bogowanti setelah menerima laporan kejadian tersebut.
Petugas memeriksa gudang penyimpanan, alur penerimaan dan distribusi bahan makanan, hingga proses penyiapan makanan serta wadah makan (ompreng). Selain itu, sampel makanan dan minuman juga diambil untuk diuji di laboratorium.
"Kami mengecek gudang, alur keluar masuk bahan makanan hingga ompreng. Sampel makanan juga kami ambil untuk diperiksa di laboratorium," katanya.
Menurut Tutik, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Kami belum bisa memastikan penyebabnya, termasuk apakah berasal dari susu atau makanan lainnya. Semua harus menunggu hasil laboratorium," tegasnya.
Sampel makanan tersebut saat ini sedang diuji di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora.
Proses pemeriksaan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu karena harus melalui tahapan inkubasi bakteri sebelum hasil dapat diketahui.
Selain menelusuri kemungkinan penyebab dari menu makanan, Dinkesda juga melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dapur SPPG, termasuk kompetensi tenaga yang bertugas sebagai ahli gizi.
Menurut Tutik, petugas yang menangani aspek gizi berlatar belakang Sarjana Kesehatan Masyarakat, bukan lulusan gizi secara khusus.
Karena itu, Dinkesda merekomendasikan agar yang bersangkutan mengikuti pelatihan guna meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan makanan bergizi.
Sebelumnya, sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Ngawen setelah mengalami gejala yang diduga keracunan usai mengonsumsi menu MBG dari SPPG Bogowanti.(tos)