BLORA – Sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, harus menjalani perawatan di Puskesmas Ngawen setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (17/7).
Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah paket makanan dibagikan kepada siswa seusai upacara.
Dalam hitungan menit, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mual, sakit perut, pusing, hingga muntah sehingga guru segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan.
Salah seorang siswa, Dila, mengaku mulai merasakan sakit setelah meminum susu yang terdapat dalam paket MBG.
"Perut sakit, pusing habis minum susu," tuturnya.
Guru SD Negeri Sendangrejo, Nova Dwi, mengatakan menu MBG telah diterima sekolah sekitar pukul 07.00 WIB dan dibagikan kepada siswa pukul 07.30 WIB.
Menurutnya, sebelum makanan dibagikan, guru telah mencicipi menu dan tidak menemukan masalah.
Namun setelah para siswa mengalami keluhan, ditemukan beberapa kotak makanan yang berbau. Selain itu, muncul dugaan susu dalam paket makanan menjadi penyebab keracunan.
Menu yang disajikan terdiri atas nasi, telur utuh, kacang campur tempe, anggur, dan susu kotak rasa cokelat.
"Begitu ada siswa yang mengeluh, kami langsung menghentikan pembagian makanan. Susu diambil pihak SPPG, sedangkan makanan disimpan sebagai sampel pemeriksaan," ujarnya.
Petugas Surveilans Puskesmas Ngawen, Supriyanto, mengatakan seluruh siswa yang mengalami gejala langsung mendapatkan penanganan medis.
Dari hasil pemeriksaan awal, 13 siswa telah diperbolehkan menjalani rawat jalan karena kondisinya membaik.
Sementara enam siswa lainnya masih menjalani observasi intensif akibat mengalami sakit perut disertai sesak napas.
"Yang enam ini masih membutuhkan pemantauan karena keluhannya lebih berat," katanya.
Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih didalami.
Sampel makanan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, sementara pihak sekolah terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan penyedia MBG untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. (tos)