BLORA – Sebanyak 19 siswa SDN 1 Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora menjalani perawatan di Puskesmas Ngawen setelah mengalami mual dan sakit perut usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (20/7).
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora langsung mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab kejadian tersebut.
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu, mengatakan tim telah melakukan inspeksi ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti.
Pemeriksaan meliputi proses penerimaan bahan pangan, penyimpanan, distribusi, hingga kondisi wadah makanan (ompreng).
"Kami mengecek gudang, alur penerimaan dan keluar masuk barang, termasuk penempatan ompreng. Sampel makanan hari ini kami bawa ke laboratorium untuk diperiksa," ujarnya.
Menurut Tutik, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab para siswa mengalami gejala tersebut karena hasil uji laboratorium masih menunggu proses pemeriksaan.
"Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Dugaan tidak bisa langsung diarahkan ke susu karena kami masih menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan yang disajikan hari ini," katanya.
Koordinator Wilayah SPPG, Artika Diannita, menyebut indikasi awal mengarah pada salah satu menu, yakni susu.
Namun, ia menegaskan dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui hasil pemeriksaan laboratorium.
Artika menjelaskan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi dapur secara umum telah memenuhi standar.
Meski demikian, terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama pengawasan, kualitas penyimpanan, dan fasilitas dapur.
Baca Juga: KRONOLOGI Kepala SPPG Muraharjo Blora Kabur yang Berakibat Layanan MBG di Sekolah-Sekolah Berhenti
Pihaknya juga memastikan susu yang dibagikan belum melewati masa kedaluwarsa karena memiliki tanggal kedaluwarsa Januari 2027.
Namun, ditemukan beberapa kemasan susu yang menggelembung bahkan pecah saat berada di dalam ompreng.
"Diduga susu memuai akibat penyimpanan yang kurang sesuai atau suhu ruangan yang terlalu tinggi. Tetapi penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," jelasnya.
Sementara itu, Guru SDN 1 Sendangrejo, Fatoni, mengatakan menu MBG dibagikan kepada siswa setelah upacara bendera sekitar pukul 06.30 WIB.
Tidak lama setelah mengonsumsi makanan dan susu, sejumlah siswa mengeluhkan mual serta sakit perut.
"Gejalanya mual dan sakit perut setelah minum susu. Ada 19 siswa yang kemudian dibawa ke Puskesmas Ngawen untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya.
Para siswa yang mengalami keluhan berasal dari kelas III, IV, dan V. Menurut Fatoni, susu yang dibagikan tidak kedaluwarsa.
Namun beberapa kemasan dalam kondisi pecah sehingga diduga mengalami kerusakan akibat penyimpanan.
Hingga kini, Dinkesda Blora masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.
Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap proses distribusi dan penyimpanan bahan pangan dalam program MBG guna mencegah kejadian serupa terulang. (tos)
Editor : Abdul Rochim