Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

PROGRAM MBG Berdampak pada Pedagang Kantin SMKN 2 Blora, Omzet Turun hingga Segini

Abdul Rochim • Rabu, 10 Juni 2026 | 19:52 WIB


KONDISI: Kantin sekolah SMKN 2 Blora sepi pascaprogram makan bergizi gratis. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

KONDISI: Kantin sekolah SMKN 2 Blora sepi pascaprogram makan bergizi gratis. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA – Kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 2 Blora membawa dampak bagi pedagang kantin sekolah. 

Sejumlah penjual mengaku mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan sejak program tersebut berjalan.

Salah seorang pedagang kantin, Harni, mengatakan jumlah pembeli makanan berat menurun drastis.

Sebelum adanya MBG, ia dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp 300 ribu per hari dari penjualan nasi pecel, nasi kuning, dan nasi rames. Kini, penghasilannya hanya berkisar Rp 150 ribu per hari.

Baca Juga: MENCENGANGKAN! 40 Persen HIV di Blora Berasal Dari Luar Wilayah 

Menurutnya, sebagian besar siswa memilih menunggu pembagian makanan dari program MBG sehingga penjualan makanan utama di kantin berkurang cukup tajam.

Selain menghadapi penurunan omzet, Harni juga mengaku terbebani dengan biaya sewa tempat berjualan yang mencapai Rp25 ribu per hari.

Ia berharap ada perhatian dari pihak sekolah terhadap kondisi pedagang kantin yang terdampak program tersebut.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Yani. Penjual mi ayam itu mengungkapkan pendapatannya juga turun hingga separuh dibandingkan sebelum MBG diterapkan.

Sebelumnya, ia mampu membawa pulang sekitar Rp200 ribu per hari. Namun setelah program berjalan, pendapatannya rata-rata hanya mencapai Rp100 ribu.

Sementara itu, biaya sewa tempat yang harus dibayarkan mencapai Rp35 ribu per hari.

Karena itu, para pedagang berharap ada kebijakan yang dapat meringankan beban mereka, salah satunya melalui penyesuaian tarif sewa kantin.

Di sisi lain, program MBG mendapat respons positif dari kalangan siswa. Salah satu siswi kelas XII Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Zahira Nurul Izza, mengaku kini lebih jarang membeli makanan di kantin sekolah.

Menurutnya, makanan yang disediakan melalui program MBG cukup sesuai dengan selera siswa. Ia biasanya hanya membeli jajanan ringan di kantin, sementara kebutuhan makan utama telah terpenuhi dari program tersebut.

Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program MBG juga membuat sebagian siswa dapat menghemat uang saku untuk ditabung atau digunakan memenuhi kebutuhan lainnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa program MBG memberikan manfaat bagi peserta didik, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan ekonomi bagi pedagang kantin sekolah yang mengalami penurunan jumlah pembeli dan pendapatan harian. (ari)

Editor : Abdul Rochim
#MBG Blora #kantin sekolah sepi #omzet pedagang turun #Makan Bergizi Gratis #smkn 2 blora