BLORA - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV)/AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Kabupaten Blora turut dipengaruhi faktor dari daerah luar. Secara prosentase 40 persen.
Hal itu lantaran di beberapa tempat hiburan malam di Blora diisi orang-orang dari luar Blora. Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edi Widayat menjelaskan jika total kasus HIV/AIDS di Blora 62.
Jumlah tersebut bukan sepenuhnya orang Blora, meski tinggal di Blora. Seperti pekerja dunia malam. Mereka masih berstatus bukan warga Blora.
Baca Juga: Alasan Masuk Akal Dibalik Peniadaan Seragam Batik SD dan SMP di Blora
"Keseluruhan sekitar 40 persen kasus yang ditemukan berasal dari luar Blora," bebernya.
Penularan HIV didominasi melalui hubungan seksual berisiko, terutama akibat Infeksi Menular Seksual (IMS) dan perilaku Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).
Dari 62 kasus tahun ini, sebanyak 38 penderita berjenis kelamin laki-laki dan 24 perempuan.
Dilihat dari kelompok umur, terdapat satu kasus pada usia 5–14 tahun, satu kasus usia 15–19 tahun, enam kasus usia 20–24 tahun, sebanyak 35 kasus usia 25–49 tahun, serta 19 kasus pada usia di atas 50 tahun.
Edi Widayat menjelaskan, mayoritas kasus masih ditemukan pada kelompok usia produktif yang memiliki mobilitas dan aktivitas sosial tinggi.
Ia mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku seksual berisiko, terutama berganti-ganti pasangan.
"Jangan bebas dalam hubungan seksual dan jangan berganti-ganti pasangan. Ini menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah penularan HIV," katanya. (tos).