Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Guru SMAN 1 Blora Juga Tertipu Investasi Bodong Snapboost

Abdul Rochim • Minggu, 19 April 2026 | 15:12 WIB

KETIPU: Johan Hadi salah satu warga Blora yang terkena investasi bodong snapboost usai laporan di Polres Blora. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
KETIPU: Johan Hadi salah satu warga Blora yang terkena investasi bodong snapboost usai laporan di Polres Blora. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA- Para korban investasi bodong Snapboost di Blora lapor ke polisi.

Sekitar 30 korban yang telah laporan dengan nilai kerugian bervariasi. Dari ratusan hingga ratusan juta. 

Salah satu di antaranya Johan Hadi. Ia seorang guru PPPK di SMAN 1 Blora.

 Baca Juga: Dugaan Korban Investasi Bodong di Blora Capai 700 Lebih Orang, Nominal Terakumulasi Lebih dari Rp 2 Miliar

Ia menyampaikan laporan bersama sekitar 30 korban lainnya. 

Menurutnya ia ikut investasi di Snapboost setelah ditawari promotor Snapboost di Blora. Yakni Diana, yang juga guru di SMA 1 Blora.

"Saya pernah ditawari. Terus akhirnya ikut juga. Saya masuk Maret pertengahan 2026. Saya masuk lewat akun temen saya," katanya.

Ia deposit secara bertahap. Awalnya hanya Rp 2 Juta. Kemudian terus meningkat. 

"Saya deposit total 49,5 juta. Atas nama saya sendiri," imbuhnya. 

Dari jumlah tersebut dijanjikan menjadi berlipat 2 kali setelah 40 hari. Dana bisa ditarik secara bertahap. 

"Awal dijanjikan bisa ditarik 3 April. Namun selalu ada alasan. Verifikasi dulu dan lain-lain. Sampai molor tanggal 12," jelasnya. 

Sayang setelah tanggal 12 pun uang tak bisa ditarik. Dari situlah ternyata pihaknya mulai curiga. Terlebih hal serupa dialami banyak member. 

"Setelah itu saya anggap sirna semua," bebernya. 

Menurutnya ia dulu tertarik karena berharap bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk memperbaiki perekonomian. Bahkan istri dan dua anaknya juga diajak. 

"Nominalnya berapa itu privasinya ya, kalau yang saya gak apa-apa," tuturnya.

Johan menjelaskan dari sepengetahuan dia, ada sekitar 700 lebih korban. Namun tak semua sudah laporan. 

"Mungkin sebagian belum atau malu," imbuhnya. 

Memang tak semua korban belum menarik dana.

Menurutnya sebagian ada yang sudah menikmati hasil. Sehingga mungkin enggan melaporkan.

"Member lain yang saya tahu yang tidak menarik banyak. Yang marah yang gak bisa menarik. Makanya laporan," tukasnya. 

Dari kejadian ini pihaknya mengimbau masyarakat agar tak mudah tergiur iming-iming investasi yang tidak jelas.

Apalagi dengan keuntungan tak masuk akal. "Jangan tergiur hal instan," bebernya. (tos)

 

Editor : Abdul Rochim
#investasi bodong #snapboost #SMAN 1 Blora. #blora