BLORA – Warga Dukuh Grogol, Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung kembali harus bergerak sendiri memperbaiki jalan rusak.
Mereka melakukan perbaikan secara swadaya pada ruas jalan kabupaten Temulus–Sumberejo karena tak kunjung mendapat penanganan dari pemerintah.
Aksi gotong royong ini dilakukan lantaran warga merasa jenuh dengan kondisi jalan yang lama rusak tanpa perbaikan, meski berbagai janji telah disampaikan.
Baca Juga: HARGA BAHAN BAKU NAIK! Pengrajin Kerupuk di Blora Kecilkan Ukuran demi Bertahan
Untuk mendanai perbaikan, warga sepakat melakukan iuran mulai Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per kepala keluarga (KK).
Dana tersebut digunakan untuk membeli material grosok guna menutup lubang-lubang jalan yang rusak parah.
Kepala Dusun Grogol, Agus Heriyanto, mengatakan warga tidak keberatan melakukan iuran demi kenyamanan bersama, mengingat harapan pada pemerintah dinilai belum bisa diandalkan.
Dari hasil iuran warga, terkumpul dana belasan juta rupiah yang juga ditambah donasi dari pihak luar.
Meski awalnya menargetkan perbaikan sepanjang 2 kilometer, keterbatasan anggaran membuat perbaikan baru bisa dilakukan sepanjang 450 meter.
"Yang diperbaiki sepanjang 450 meter. Dan kami sangat berterima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Kusnan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni inisiatif warga.
Ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang peduli terhadap akses jalan di wilayahnya.
"Jalan ini sangat penting bagi kami, karena banyak warga yang menggunakan jalan ini untuk beraktivitas," ujarnya.
Ia menjelaskan, gerakan swadaya ini diprakarsai oleh tokoh masyarakat bersama perangkat desa yang kemudian mengajak warga untuk bersama-sama memperbaiki jalan.
Selain dari iuran warga, bantuan juga datang dari kepala desa serta seorang anggota DPRD Kabupaten Blora.
Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk perbaikan permanen.
"Kami juga berharap Bupati Blora dapat membantu membangun jalan ini dengan cor," tandasnya.
Warga berharap langkah swadaya ini menjadi perhatian pemerintah agar infrastruktur jalan yang vital bagi aktivitas masyarakat dapat segera diperbaiki secara menyeluruh. (tos)