Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

NEKAT Beli Pabrik Gula PT GMM, Petani di Blora Galang Donasi Rp 600 Juta

Abdul Rochim • Jumat, 17 April 2026 | 15:41 WIB
BERUPAYA: Seorang petani saat mengumpulkan dana donasi. (JAMIL UNTUK RADAR PATI)
BERUPAYA: Seorang petani saat mengumpulkan dana donasi. (JAMIL UNTUK RADAR PATI)

BLORA – Para petani dan pengusaha tebu di Blora menggalang donasi untuk membeli pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) yang saat ini tidak lagi beroperasi.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi pabrik yang berada di bawah Bulog tersebut, karena hingga kini belum kembali beroperasi dan menyerap hasil panen petani.

Salah satu petani tebu, Wahyu Ningsih, mengungkapkan bahwa gerakan donasi ini merupakan bentuk inisiatif para petani setelah tuntutan mereka tidak direspons.

Baca Juga: Penyerapan Tebu Tetap Berjalan, PT GMM di Blora Pastikan Harga Petani Tetap Wajar

"Kami open donasi mendapat Rp 600 juta untuk beli PG GMM," bebernya.

Galang Dana Pakai Galon hingga Transfer
Pengumpulan donasi dilakukan secara sederhana. Para petani menggunakan galon bertuliskan “Open donasi untuk beli pabrik, seikhlasnya dulur” yang ditempatkan di posko perjuangan di Kecamatan Todanan, Blora.

Selain itu, donasi juga diterima melalui transfer dari masyarakat yang ingin membantu.

"Saya taruh di depan, terus ada petani lewat, saya sambangi sampai ngemis-ngemis. Monggo pak kita mau beli GMM. Ada yang ngasih Rp 20 ribu, Rp 10 ribu," ujarnya.

Gerakan ini diinisiasi oleh petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APRTI) Kabupaten Blora dan telah berlangsung sejak Sabtu (11/4).

Menurut Wahyu, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan sekaligus perlawanan petani terhadap kondisi yang dinilai tidak berpihak kepada mereka.

"Jadi kami berinisiatif, itu negara tidak bisa mengatasi, ayolah kita petani mengatasi sendiri," ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa petani harus berjuang jika pemerintah belum mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

"Nek negara ora iso ngatasi, petani harus berjuang," tegasnya.

Sebelumnya, sekitar dua pekan lalu, ratusan petani tebu telah menggelar aksi demonstrasi besar di Alun-alun Blora dengan melibatkan ratusan truk.

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut agar PT GMM kembali beroperasi untuk menyerap tebu petani dan melakukan proses giling.

Namun hingga kini, tuntutan tersebut belum terealisasi. (tos)

 

Editor : Abdul Rochim
#petani tebu Blora #PT GMM #donasi petani #APRTI Blora #pabrik gula Blora