Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Penyerapan Tebu Tetap Berjalan, PT GMM di Blora Pastikan Harga Petani Tetap Wajar

Abdul Rochim • Kamis, 16 April 2026 | 07:12 WIB

OPERASIONAL: Beberapa truk pengangkut tebu masih terlihat beroperasi di dalam pabrik GMM, hasil tebu yang dibawa milik masyarakat setempat. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
OPERASIONAL: Beberapa truk pengangkut tebu masih terlihat beroperasi di dalam pabrik GMM, hasil tebu yang dibawa milik masyarakat setempat. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA — PT Gendhis Multi Manis (GMM) memastikan penyerapan tebu milik petani di Kabupaten Blora tetap berjalan pada musim giling 2026, meskipun pabrik gula perusahaan tersebut belum dapat beroperasi tahun ini.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk menjaga keberlangsungan hasil panen petani agar tetap terserap.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia, menjelaskan bahwa kondisi mesin pabrik saat ini belum memungkinkan untuk digunakan dalam proses penggilingan.

Baca Juga: Dugaan Korban Investasi Bodong di Blora Capai 700 Lebih Orang, Nominal Terakumulasi Lebih dari Rp 2 Miliar

Sebagai pemegang saham mayoritas, BULOG telah mengajukan kajian teknis perbaikan mesin kepada pemerintah guna memperoleh persetujuan.

Perusahaan telah menyiapkan solusi konkret agar hasil panen petani tetap terserap di musim giling tahun ini.

Penyerapan tebu akan dialihkan ke pabrik gula lain yang masih beroperasi, dengan skema harga yang tetap wajar bagi petani.

“PT GMM memang belum dapat melaksanakan giling tahun 2026, namun BULOG dan PT GMM berkomitmen memfasilitasi penyerapan tebu petani melalui skema pengalihan ke pabrik gula lain, dengan harga yang wajar.”

Baca Juga: PT GMM Tak Bisa Giling Tahun Ini, Hanya Fasilitasi Penjualan Tebu Petani

Lebih lanjut, Sri Emilia menyebutkan bahwa teknis pelaksanaan pengalihan tebu akan dibahas dalam Forum Temu Kemitraan (FTK) yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah komunikasi antara perusahaan dan petani, tetapi juga menghasilkan keputusan operasional yang bisa langsung diterapkan.

Dengan adanya langkah ini, kata dia, perusahaan berharap kondisi yang sudah mulai kondusif dapat terus terjaga.

"Dan memastikan kepentingan petani tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” tuturnya.

 

Editor : Abdul Rochim
#PT GMM Blora #penyerapan tebu 2026 #petani tebu Blora #pabrik gula GMM #harga tebu wajar