Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

PT GMM Tak Bisa Giling Tahun Ini, Hanya Fasilitasi Penjualan Tebu Petani

Abdul Rochim • Selasa, 14 April 2026 | 14:31 WIB
 
USAHA: Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat mendatangi PT GMM bertemu dengan perwakilan petani tebu. (JAMIL UNTUK RADAR PATI)
USAHA: Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat mendatangi PT GMM bertemu dengan perwakilan petani tebu. (JAMIL UNTUK RADAR PATI)

BLORA – Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor industri gula di Kabupaten Blora. 

Pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) dipastikan tidak dapat melakukan penggilingan tebu pada tahun ini.

Hal ini akibat kerusakan mesin, sehingga hanya akan berperan sebagai fasilitator penjualan hasil panen petani ke pabrik gula lain.

Baca Juga: Fasilitasi Penyandang Disabilitas, Sanggar Kegiatan Belajar di Blora Komitmen Terapkan Pendidikan Inklusi

Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menjelaskan, tidak beroperasinya PT GMM disebabkan kerusakan pada mesin utama. Ia menyebut, proses perbaikan harus melalui pendanaan APBN yang tidak bisa direalisasikan secara instan karena memerlukan tahapan panjang.

“Saya percaya karena tidak serta-merta anggaran itu akan muncul secara tiba-tiba. Ada prosesnya,” ujar Sri Setyorini.

Dalam dialog dengan para petani tebu, muncul harapan agar hasil panen dapat terserap sepenuhnya dengan harga sesuai ketetapan pemerintah.

Para petani menginginkan adanya kepastian harga untuk panen yang dijadwalkan pada Mei 2026 di wilayah Blora.

Calon Direktur Operasional PT GMM, Andin Cholid, menegaskan bahwa pabrik yang akan ia pimpin tersebut memang belum bisa beroperasi untuk penggilingan tahun ini.

Meski demikian, pemerintah disebut tidak tinggal diam dan tengah mengupayakan solusi agar hasil panen petani tetap terselamatkan.

Secara teknis, tebu petani yang masuk ke PT GMM nantinya akan dialihkan ke pabrik gula lain untuk digiling.

Namun, mekanisme pengiriman dan teknis distribusi masih dalam tahap pembahasan.

“Tebu akan dialihkan ke pabrik gula lain. Namun teknisnya seperti apa, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” jelasnya.

Selain itu, persoalan ongkos angkut juga menjadi perhatian. Hingga kini belum ada kepastian apakah biaya distribusi tersebut akan dibebankan kepada petani atau ditanggung pihak lain.

Dalam jangka pendek, pihak terkait berupaya memastikan tebu petani dapat segera diterima di pabrik gula lain agar tidak mengalami kerugian.

Penetapan arah distribusi tebu serta kebutuhan biaya logistik juga tengah dibahas bersama pihak terkait.

Pemerintah daerah berharap solusi segera ditemukan agar para petani tetap mendapatkan kepastian penjualan dan harga yang layak. Koordinasi lintas pihak terus dilakukan demi menjaga stabilitas sektor pertanian tebu di Blora sekaligus meminimalkan dampak dari tidak beroperasinya PT GMM tahun ini.



Editor : Abdul Rochim
#PT GMM Blora #tebu Blora 2026 #pabrik gula rusak #harga tebu petani #distribusi tebu