BLORA – Banjir yang melanda wilayah Cepu pada Minggu (12/04) malam tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak pada bantuan pangan dan dokumen penting milik masyarakat.
Sejumlah beras bantuan, minyak goreng, hingga dokumen kependudukan dilaporkan basah akibat genangan air yang masuk ke area kantor kelurahan.
Pada Senin (13/04), aktivitas pembersihan masih dilakukan di kantor Kelurahan Cepu.
Baca Juga: KOK BISA? Baru Proses Pembangunan KDMP Gedongsari di Blora Tembok Sudah Retak
Petugas kebersihan bersama perangkat kelurahan tampak sibuk mengepel lantai dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir.
Sejumlah barang yang terdampak pun diupayakan untuk diselamatkan.
Beras bantuan bertuliskan dari Bulog yang merupakan program bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) terlihat diletakkan di atas meja, kursi, hingga podium agar tidak semakin basah.
Sementara itu, fotokopi dokumen kependudukan seperti KTP dan KK dikeringkan menggunakan kipas angin.
Untuk minyak goreng, meski kemasan kardus bagian bawah basah, isi di dalamnya masih aman.
Lurah Cepu, Eki Novita Maya Sari, menjelaskan bahwa total keluarga penerima manfaat (KPM) program bantuan tersebut mencapai 1.330.
Sebagian besar bantuan sebenarnya telah didistribusikan sebelum kejadian banjir.
“Masih ada beberapa KPM yang belum mengambil bantuan, sehingga sebagian beras terendam. Tidak semuanya, hanya sebagian kecil,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat banjir terjadi, perangkat kelurahan telah berupaya menyelamatkan bantuan yang tersimpan.
Namun, tidak semua bisa diamankan tepat waktu. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Bapanas dan dinas terkait untuk kemungkinan penggantian bantuan yang rusak.
Tercatat sekitar 40 sak beras mengalami kerusakan akibat terendam air, yang berdampak pada sekitar 20 KPM yang belum menerima bantuan.
Sementara itu, distribusi bantuan untuk sementara ditunda hingga kondisi memungkinkan.
Camat Cepu, Endah Ekawati, menyebutkan bahwa banjir tersebut juga berdampak pada lima kelurahan, yakni Kelurahan Cepu, Balun, Tambakromo, Ngelo, dan Karangboyo.
Baca Juga: Ambles Lagi Usai Diperbaiki, Satu Rumah di Tunjungan Blora Roboh
Meski sempat meluas, air dilaporkan sudah surut pada Minggu malam sekitar pukul 23.00.
Menurutnya, meluasnya banjir kali ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya kiriman air dari kawasan hutan serta sistem drainase yang kurang optimal akibat tersumbat dan tertutup bangunan permukiman.
Pemerintah setempat kini terus melakukan penanganan pascabanjir, termasuk pembersihan lingkungan dan pendataan kerugian.
Diharapkan ke depan ada perbaikan sistem drainase serta langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (tos)
Editor : Abdul Rochim