BLORA – Program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto membawa dampak positif bagi perajin genteng di Kabupaten Blora.
Salah satunya dirasakan Imron, perajin genteng di Desa Balong, Kecamatan Jepon, yang mengaku mengalami peningkatan pesanan cukup signifikan.
Menurutnya, penjualan genteng meningkat hingga 70 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Blora Incar Swasembada Jagung Jateng, Luas Lahan Fantastis 100 Ribu Hektare
Kondisi tersebut membuat produksi harian ikut bertambah untuk memenuhi permintaan pasar.
“Alhamdulillah penjualan meningkat hingga 70 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” paparnya.
Saat ini, Imron mampu memproduksi sekitar 700 hingga 800 genteng per hari.
Peningkatan permintaan juga dipengaruhi berkurangnya jumlah perajin di wilayah tersebut.
Baca Juga: Harga Plastik Sembako di Blora Melejit, Kenaikan Bervariasi Mulai Rp 5 hingga 7 Ribu Per Kg
Jika sebelumnya terdapat sekitar 25 perajin, kini tersisa sekitar 15 orang saja.
Ia menyebut sebagian perajin memilih berhenti karena kesulitan bahan baku dan risiko usaha yang cukup tinggi.
Dari sisi harga, genteng dijual Rp900 hingga Rp1.200 per buah.
Itu tergantung seberapa ketebalannya.
Kondisi ini menunjukkan program gentengisasi dinilai mampu membantu meningkatkan perekonomian perajin lokal.
Terutama di sentra produksi genteng tradisional di Blora. (tos)
Editor : Abdul Rochim