Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Rembang Nihil Kasus Campak, RSUD dr Soetrasno Tekankan Kebersihan dan Imunisasi Lengkap

Abdul Rochim • Selasa, 7 April 2026 | 08:01 WIB
CEK LAYANAN: Wakil Bupati Rembang, Gus Hanies didampingi Direktur RSUD dr R Soetrasno Rembang, dr Samsul Anwar saat mengecek layanan kesehatan beberapa bulan lalu. (WISNU AJI/RADAR PATI)
CEK LAYANAN: Wakil Bupati Rembang, Gus Hanies didampingi Direktur RSUD dr R Soetrasno Rembang, dr Samsul Anwar saat mengecek layanan kesehatan beberapa bulan lalu. (WISNU AJI/RADAR PATI)

REMBANG – Kabupaten Rembang mencatatkan zero kasus campak hingga saat ini.

Kondisi tersebut menunjukkan upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan, kebersihan, serta imunisasi lengkap berjalan efektif di tengah meningkatnya kasus campak di sejumlah daerah lain.

Direktur RSUD dr. R Soetrasno Rembang, dr. Samsul Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat langkah antisipatif agar kondisi tetap aman.

Baca Juga: Kemarau Diprediksi Hingga November 2026, BPBD Rembang Siapkan Mitigasi Kekeringan

Terutama setelah periode mobilitas tinggi saat Lebaran.

“Iya kasus campak di RSUD dr. Soetrasno Rembang hingga saat ini masih nihil. Kiatnya menjaga biar bayi tidak selalu diciumi orang lain, tidak sering diajak bepergian dalam kerumunan, serta menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan,” kata dr Samsul Anwar kemarin (6/4).

Selain menjaga kebersihan, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui imbauan dari dokter spesialis terkait pencegahan penularan campak.

Edukasi tersebut mencakup pemahaman gejala awal campak, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, hingga anjuran melengkapi imunisasi anak.

Baca Juga: Resign dari Dunia Penyiaran, Sosok Pemuda Rembang Yuuta Fokus Jadi Konten Kreator dan Bangun Perpustakaan Desa

“RSUD, alhamdulillah belum menemukan kasus, masih aman. Sebelum Lebaran kami juga sudah membuat imbauan dan edukasi dari dokter spesialis terkait cara mencegah penularan campak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, campak merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gejala demam tinggi, ruam kemerahan, hingga gangguan pernapasan.

Kondisi tersebut dapat berdampak serius, terutama jika anak mengalami kesulitan makan dan minum dalam beberapa hari.

“Yang berbahaya itu efek lanjutannya. Misalnya anak tidak mau makan dan minum beberapa hari, bisa berisiko dan perlu penanganan medis, termasuk infus,” jelasnya.

Kelompok paling rentan terserang campak adalah anak-anak, khususnya usia di bawah lima tahun. Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan kasus di Rembang, khususnya di RSUD dr Soetrasno.

Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gejala campak, seperti demam, ruam kulit, dan gangguan pernapasan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami tanda-tanda tersebut.

Sinergi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk mempertahankan kondisi nihil kasus campak di Kabupaten Rembang. (noe)

Editor : Abdul Rochim
#campak Rembang #RSUD Soetrasno #imunisasi anak #pencegahan campak #kesehatan Rembang