BLORA - Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM) saat ini berhenti beroperasi sementara, lantaran mesin boiler yang ada mengalami kerusakan, dan akibatnya tidak bisa giling tebu.
Pabrik Gula GMM, hanya mampu membayar gaji karyawan hingga Maret 2026, dan mengambil kebijakan detasering sebagai upaya agar karyawan yang ada tetap mendapatkan gaji.
Kebijakan detasering atau penugasan sementara terhadap karyawan PT Gendhis Multi Manis (GMM) menuai keberatan dari sejumlah pekerja di tengah kondisi operasional perusahaan yang masih kritis.
Baca Juga: Ribuan Petani Tebu di Blora Demo, Desak Pabrik GMM Giling Kembali
Pasalnya, Pabrik Gula GMM saat ini berhenti beroperasi sementara, lantaran mesin boiler yang ada mengalami kerusakan. Sehingga tidak bisa giling tebu.
Imbasnya, Pabrik Gula GMM tidak ada pemasukan atau pendapatan. Sehingga, kondisi keuangan mengalami krisis.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, sembari menunggu proses perbaikan mesin boiler pabrik gula GMM, rencananya para karyawan ditugaskan sementara untuk menjadi tim serap gabah.
Karena pihaknya menyerap banyak (gabah), otomatis para pegawai BULOG yang di GMM itu kami akomodir untuk membantu penyerapan, khususnya di Jawa Tengah dan sekitarnya.
"Jadi yang selama ini tidak bekerja, kami libatkan lagi untuk bekerja dalam tim serap gabah, rencananya seperti itu," katanya, saat ditemui di sela-sela Panen Raya Jagung, di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jumat (3/4).
Lebih lanjut, pihaknya menambahkan, penempatan karyawan akan diprioritaskan di wilayah Jawa Tengah terlebih dahulu, termasuk daerah terdekat seperti DI Yogyakarta.
Namun, BULOG membuka kemungkinan penyesuaian lokasi kerja sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing karyawan.
"Nanti kami sesuaikan dengan kebutuhan. Jawa Tengah dulu kita prioritaskan, termasuk Jogja. Tapi kalau ada yang keluarganya di Jawa Timur atau Jawa Barat, kita sesuaikan dengan kebutuhannya, intinya kita fleksibel,”ujarnya.
Terkait jika ada karyawan yang menolak atau keberatan terhadap kebijakan detasering, Rizal memastikan pihaknya tidak serta-merta mengambil langkah pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurutnya, BULOG masih mengedepankan dialog dan solusi bersama.
"Nah nanti kita cari solusi. Kemarin juga kalau enggak salah sudah ada tatap muka dengan SDM kami, dan sudah ada solusinya,” paparnya. (ari)
Editor : Abdul Rochim