BLORA – Upaya legalisasi 2.697 sumur minyak masyarakat di Kabupaten Blora diharapkan mampu mendukung peningkatan lifting minyak nasional sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja di daerah.
Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, pengelolaan sumur minyak masyarakat nantinya melibatkan tiga pihak, yakni BUMD PT Blora Patra Energi (BPE), Koperasi Blora Migas Energi (BME), dan UMKM PT Mataram Connection Nusantara (MCN).
BUMD PT Blora Patra Energi (BPE) akan mengelola 509 sumur minyak masyarakat.
Baca Juga: Demam Berdarah Dengue di Blora Telan Satu Korban Jiwa
Sementara Koperasi Blora Migas Energi (BME) mengelola 1.698 sumur dan UMKM PT Mataram Connection Nusantara (MCN) mengelola 490 sumur.
Total terdapat 2.697 sumur minyak masyarakat di Blora yang tengah diarahkan untuk memperoleh legalitas.
"SKK migas kemarin sudah datang ke sini utusan dari Kementerian ESDM. Kaitannya usulan koperasi," katanya.
Pemerintah daerah berharap proses perizinan dapat segera selesai sehingga produksi minyak dari sumur masyarakat dapat disalurkan ke Pertamina sebagai bagian dari upaya meningkatkan lifting migas nasional.
Baca Juga: Ribuan Petani Tebu di Blora Demo, Desak Pabrik GMM Giling Kembali
"Kami berharap, izin segera turun. Setelah itu bisa disalurkan ke Pertamina. Ini dalam rangka menaikkan lifting migas," imbuhnya.
Selain mendukung produksi minyak nasional, legalisasi sumur rakyat juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
"Kami berharap dari sumur masyarakat ini akan ada penyerapan tenaga kerja," bebernya.
Arief menegaskan pentingnya pendampingan teknis dalam proses produksi guna menjaga keselamatan kerja serta meminimalkan risiko lingkungan, mengingat kegiatan migas memiliki potensi bahaya yang cukup tinggi.
"Termasuk soal lingkungan, konsen kita. Masing-masing sumur harus disampingi orang yang paham migas. Nanti kita buat komitmen antara pengelola. Koperasi UMKM, dan BUMD," bebernya.
Langkah legalisasi ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi pengelola sumur rakyat sekaligus berkontribusi pada peningkatan produksi energi nasional serta perekonomian daerah.
Editor : Abdul Rochim