Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Demam Berdarah Dengue di Blora Telan Satu Korban Jiwa

Abdul Rochim • Kamis, 2 April 2026 | 19:26 WIB
SITUASI: IGD RSUD dr R Soetijono Blora dipenuhi pasien DBD. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
SITUASI: IGD RSUD dr R Soetijono Blora dipenuhi pasien DBD. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

 BLORA – Satu pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Blora meninggal. Dari total 14 kasus DBD selama 2026 ini. 

Kepala Dinkes Blora Edy Widayat menjelaskan sepanjang 2025 lalu tercatat 133 kasus DBD dengan empat kematian di wilayah setempat.

Sementara selama 2026, hingga Maret ada 14 kasus. Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan kasus DBD. Di antaranya cuaca. 

Baca Juga: Ribuan Petani Tebu di Blora Demo, Desak Pabrik GMM Giling Kembali

"Kondisi cuaca yang masih sering hujan membuat potensi penyebaran DBD tetap tinggi. Genangan air yang muncul di lingkungan rumah menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti," katanya. 

Menurutnya, pencegahan paling efektif tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M Plus.

Yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penampungan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Selain itu, masyarakat juga diminta rutin memantau keberadaan jentik nyamuk di sekitar rumah.

“Kalau lingkungan bersih dan tidak ada tempat air tergenang, jentik nyamuk tidak akan berkembang. Ini yang paling penting dilakukan masyarakat,” jelas Edy.

Dinkes Blora sendiri terus melakukan berbagai langkah pencegahan. Di antaranya melalui pemantauan jentik berkala, penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, hingga fogging fokus di wilayah yang ditemukan kasus.

Namun demikian, ia menegaskan fogging hanya menjadi langkah penanganan sementara. Upaya utama tetap bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Kalau jentiknya masih ada, maka nyamuk akan muncul lagi. Karena itu PSN harus rutin dilakukan,” tegasnya.

Edy juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri sendi, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit.

“Kalau demam lebih dari dua hari, jangan ditunda. Segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit supaya bisa ditangani lebih cepat,” tandasnya. (tos/him)

Editor : Abdul Rochim
#korban DBD #Dinkes #pemberantasan sarang nyamuk #blora