BLORA — Hingga Selasa (31/03) siang, belum ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Blora.
Kondisi antrean pun terpantau masih normal tanpa lonjakan berarti, seiring masyarakat yang masih menunggu kepastian resmi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan di SPBU tidak menunjukkan peningkatan signifikan.
Baca Juga: Partisipasi Cek Kesehatan Gratis di Blora Baru 68,8 Persen, Target Tahun Ini Naik 80 Persen
Didominasi sepeda motor, sementara kendaraan roda empat dan truk terlihat lebih sedikit. Situasi ini dinilai masih seperti hari-hari biasa.
Belum terlihat kepanikan di tengah masyarakat yang memicu aksi pembelian besar-besaran.
Meski demikian, sebagian warga mengaku sempat terpengaruh informasi di media sosial terkait selebaran yang menyebutkan adanya kenaikan harga BBM mulai 1 April.
Salah satu warga, Fitri, mengaku tetap mengisi BBM jenis pertalite secara penuh sebagai langkah antisipasi.
"Sempat mendengar kenaikan. Sempat panik. Jadi ini dibeli penuh," ujarnya.
Baca Juga: Warga Sambongrejo Blora Keluhkan Jalan Rusak Dampak Proyek Inpres Jalan Daerah
Ia menambahkan, pengisian dilakukan agar penggunaan BBM bisa lebih lama.
"Beli pertalite, harga 10.000. Tadi beli full 20 ribu sudah penuh," tambahnya.
Kepala SPBU Karangjati, Ngasiran, menegaskan bahwa harga BBM hingga saat ini masih stabil dan belum mengalami perubahan.
"Pertamax 12.300, Pertalite 10.000, Dexlite 14.200, Solar 6.800. Harga tetap," jelasnya.
Ia juga menyebut isu kenaikan harga pada 1 April belum memiliki dasar resmi.
"Isu kenaikan itu belum ada penetapan kenaikan," bebernya.
Dari sisi penjualan, konsumsi BBM harian masih dalam batas normal tanpa lonjakan signifikan.
"Untuk harian, pertalite 8.000 liter, solar 7.000, pertamax 3.000-3.500, dan dexlite 300 liter," imbuhnya.
Pihak SPBU memastikan stok BBM dalam kondisi aman dan tidak terjadi kelangkaan.
"Antrean, biasa belum ada peningkatan berarti. Gak ada panic buying," jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas. "Gak usah panik," tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa informasi terkait proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar belum dapat dipertanggungjawabkan.
"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi serta mengakses informasi dari sumber resmi.
"Dapatkan informasi valid harga BBM pertambangan hanya melalui saluran resmi www. Pertamina.com," tuturnya. (tos)