Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Warga Sambongrejo Blora Keluhkan Jalan Rusak Dampak Proyek Inpres Jalan Daerah

Abdul Rochim • Selasa, 31 Maret 2026 | 14:44 WIB

PEMBANGUNAN: kendaraan berat dengan tonase besar, dalam proses pembangunan proyek peningkatan Jalan Japah- Tunjungan. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)
PEMBANGUNAN: kendaraan berat dengan tonase besar, dalam proses pembangunan proyek peningkatan Jalan Japah- Tunjungan. (ARIF FAKHRIAN KHALIM/RADAR PATI)

BLORA - Warga Dukuh Gunungrowo, Desa Sambongrejo, Kabupaten Blora, mengeluhkan kerusakan jalan desa sepanjang kurang lebih 1 kilometer akibat lalu lalang kendaraan berat proyek peningkatan Jalan Japah–Tunjungan. 

Proyek senilai Rp27,9 miliar yang didanai APBN tersebut memicu kerusakan semakin parah, terutama karena aktivitas kendaraan bertonase besar berlangsung saat musim hujan.

Salah satu warga, Uliyati, mengatakan kerusakan jalan sebenarnya sudah terjadi sebelumnya, namun kondisinya semakin memburuk setelah kendaraan proyek melintas secara intensif.

Baca Juga: Percepatan Legalisasi Sumur Minyak Rakyat di Blora, Siap Produksi dan Salurkan ke Pertamina

"Saat perbaikan itu banyak kendaraan berat. Terlebih datangnya saat musim hujan. Jadi sekarang kerusakannya parah," ujar Uliyati, Senin (30/03).

Warga berharap jalan desa dapat segera diperbaiki dengan konstruksi yang lebih kuat.

Bahkan, mereka mengusulkan agar jalan dibangun menggunakan beton agar lebih tahan terhadap beban berat.

"Kalo bisa di cor kayak desa yang lainnya," harapnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lain, Keluk Pristiwahana.

Ia menilai kerusakan jalan tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Jalannya sekarang banyak yang amblas dan bergelombang. Kalau dilewati motor harus pelan-pelan, apalagi kalau malam hari cukup berbahaya," ujarnya.

Keluk meminta pelaksana proyek memiliki komitmen memperbaiki jalan terdampak serta mengatur tonase kendaraan yang melintas agar tidak semakin merusak fasilitas desa.

"Pembangunan infrastruktur strategis seharusnya tidak menimbulkan kerugian bagi fasilitas desa maupun membahayakan keselamatan masyarakat setempat," jelasnya.

Kepala Desa Sambongrejo, Siswadi, mengaku komunikasi dengan pelaksana proyek inpres jalan daerah (IJD) 2025 saat ini terputus. 

Ia juga belum mengetahui kepastian perbaikan jalan sesuai kesepakatan yang ditandatangani pada 14 November 2025.

"Kemarin cuma dikasih 5 rit grosok dari PT pemborong. Itu yang membenahi warga saya. Mau saya minta perbaiki (jalan) bilangnya (pemborong) tidak mampu," terangnya.

Menurutnya, sebagian warga bahkan berinisiatif melakukan perbaikan sementara secara swadaya dengan menurunkan material grosok setelah panen tebu.

"Ada sekitar 4 orang yang menurunkan grosok," katanya.

Siswadi menegaskan pemerintah desa saat ini belum memiliki anggaran untuk memperbaiki jalan tersebut.

Jika ada tuntutan dari warga, pihaknya berencana meminta pertanggungjawaban pihak pelaksana proyek.

"Kalau ada tuntutan warga, saya akan menuntut PT-nya. Jalan desa sendiri (saat ini) tidak ada anggaran nya. Ngga ada dana untuk itu (perbaikan jalan)," terangnya. (ari)

 

Editor : Abdul Rochim
#proyek IJD Japah Tunjungan #Sambongrejo Blora #kendaraan berat proyek #keluhan warga #jalan rusak blora