Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

KEREN! Tradisi Manganan di Blora Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Abdul Rochim • Minggu, 29 Maret 2026 | 15:13 WIB

ANTUSIAS: Masyarakat saat berebut mendapatkan berkat di acara Manganan Janjang di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.  (EKO SANTOSO/RADAR PATI)
ANTUSIAS: Masyarakat saat berebut mendapatkan berkat di acara Manganan Janjang di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. (EKO SANTOSO/RADAR PATI)

BLORA - Tradisi Manganan Janjang yang digelar di Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, kini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. 

Penetapan tersebut tercantum dalam sertifikat Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dengan nomor 169/WB/KB.00.01/2025.

Bupati Blora, Arief Rohman, menyerahkan langsung sertifikat tersebut kepada masyarakat Desa Janjang.

Baca Juga: Lulusan Al Azhar Berbisnis Kitab Impor Timur Tengah, Ahmad Mahmudi dari Blora Kirim hingga Malaysia dengan Harga Kompetitif

Pada kesempatan yang sama, juga diserahkan Surat Keputusan Bupati Blora nomor 400.6/487/2025 tertanggal 19 Desember 2025 yang menetapkan Desa Janjang sebagai Desa Budaya di Kabupaten Blora.

Bupati berharap pengakuan ini semakin memperkuat posisi Desa Janjang sebagai pusat pelestarian budaya daerah.

Selain menjaga tradisi leluhur, Manganan Janjang juga dinilai mampu menjadi daya tarik wisata religi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Setiap tahun, ribuan warga dari berbagai daerah datang untuk mengikuti tradisi ini.

Sejak pagi hari, masyarakat berjalan kaki menaiki tangga menuju kompleks makam Gedong untuk berziarah dan bersedekah makanan berupa ambeng ingkung ayam atau nasi berkat.

Makanan yang dibawa kemudian dibagikan secara gratis kepada para pengunjung setelah berziarah ke makam Mbah Janjang.

Tradisi berbagi makanan inilah yang melatarbelakangi nama “Manganan”, sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi selama satu tahun terakhir.

Pemerintah desa bersama masyarakat juga menyembelih hewan seperti sapi dan kambing di area makam.

Dagingnya dimasak bersama dan dibagikan secara gratis kepada para peziarah.

Keunikan lain dari tradisi ini adalah penggunaan daun jati sebagai pembungkus nasi dan lauk.

Panitia menyediakan ribuan daun jati yang diambil oleh peziarah sebagai tanda antrean pembagian nasi berkat di area gazebo utara makam utama.

Selama acara berlangsung, pertunjukan kesenian wayang krucil khas Janjang turut memeriahkan suasana.

Kesenian ini merupakan warisan budaya peninggalan Mbah Jatikusumo Jatiswara yang terus dilestarikan sebagai bagian dari tradisi Manganan Janjang.

Tradisi sedekah bumi ini menjadi salah satu kegiatan budaya dengan jumlah pengunjung terbanyak di Kabupaten Blora.

Selain mempererat kebersamaan masyarakat, kegiatan ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan doa bersama untuk keselamatan desa serta kemajuan daerah.

Peningkatan akses jalan dari Cabak menuju Janjang turut mempermudah masyarakat untuk hadir dan mengikuti tradisi tersebut. (tos)

 

Editor : Abdul Rochim
#Ekonomi desa #budaya Jawa #pelestarian budaya #wisata budaya #Manganan Janjang #warisan budaya Indonesia #Desa Janjang #tradisi sedekah bumi #wisata religi Blora #wayang krucil #tradisi Jawa Tengah #Desa Budaya #budaya Nusantara #kearifan lokal #blora