BLORA - Kerugian akibat kebakaran kawasan Pasar Ngawen mencapai Rp 2,225 Miliar.
Kebakaran terjadi pada Sabtu (07/03) pukul 23.10 hingga Minggu (08/03) dini hari.
Kebakaran terjadi di kawasan Pasar Ngawen tepatnya pada Pasar Darurat.
Pasar darurat itu ada lantaran saat ini kawasan utama pasar sedang dibangun pasca kebakaran beberapa tahun lalu.
Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari hubungan pendek arus listrik atau korsleting pada stopkontak di salah los milik warga.
Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya karena material bangunan yang didominasi kayu dan barang-barang dagangan yang mudah terbakar.
Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono menjelaskan bahwa api pertama kali diketahui oleh korban S, yang saat itu berada di dalam rumah.
Korban melihat percikan api mulai merambat ke atap kayu yang bersumber dari los milik korban A.
"Korban sempat berupaya memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun api justru semakin membesar. Korban kemudian berteriak minta tolong hingga didengar oleh warga dan saksi yang melintas di lokasi," ujarnya.
Warga segera menghubungi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Ngawen.
Meski petugas tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima, api sudah terlanjur meluas ke beberapa unit bedak darurat lainnya.
Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dari Damkar, BPBD Kabupaten Blora, anggota Polsek Ngawen, dan Koramil Ngawen.
Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian.
Berdasarkan data di lapangan, sebanyak sembilan warga menjadi korban terdampak dengan kerugian yang bervariasi.
Kerugian terbesar dialami oleh SP dengan aset berupa los dan dagangan sembako senilai Rp 1 miliar.
Kemudian, S yang kehilangan rumah, barang dagangan, dan satu unit sepeda motor Suzuki Shogun R dengan taksiran kerugian Rp 605 juta.
Korban lainnya juga kehilangan bedak yang berisi dagangan pakaian, sandal, sepatu, hingga makanan beku.
"Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil memang cukup besar karena mencakup bangunan rumah dan stok dagangan para pedagang pasar darurat," tambah Kapolsek Ngawen. (tos/him)
Editor : Abdul Rochim