BLORA - Warga Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Blora swadaya perbaiki jalan.
Mereka kecewa lantaran jalan kabupaten tersebut tak kunjung diperbaiki.
Warga urunan dengan jenis beragam. Ada yang membantu semen, pasir, makanan hingga tenaga.
Hasilnya kini jalan sepanjang 1 Kilometer berhasil dicor.
Ada yang urunan semen, uang, tenaga bahkan urunan makanan, setiap hari dari pagi hingga malam hari terus dikerjakan secara bersama-sama oleh warga.
Warga setempat Maryono mengatakan selama puluhan tahun akses ruas jalan Menden-Megeri tidak pernah tersentuh oleh bangunan.
Dengan kondisi jalan hutan yang naik turun dan bebatuan yang berserakan sangat menyulitkan warga setempat.
"Terakhir bangunan aspal masuk disini itu 2014 silam. Bisa dibayangkan sampai saat ini bagaimana kondisinya," ujarnya, Jumat (6/3).
Menurutnya, setiap ada pejabat datang, warga selalu mendapatkan janji-janji akan dibangun. Tapi kenyataannya, Desa Nglebak selalu dianak tirikan.
"Memang ada bangunan atas nama ruas jalan Menden-Megeri, tapi titiknya di Desa Mendenrejo atau di Getas. Sedangkan disini tidak pernah dialokasikan," katanya.
Maryono, menjelaskan jika warga sudah muak dan kecewa dengan janji-janji manis yang selama ini disuguhkan, hingga akhirnya warga sepakat untuk bangun jalan yang notabene milik Pemkab Blora.
"Kami sudah tidak berharap lagi dengan pemerintah, kami bisa bangun jalan sendiri," ucapnya.
Kades Lebak Eko Puryono menjelaskan warganya memang melakukan gotong royong dan Swadaya membangun jalan rabat beton di ruas jalan Menden- Megeri.
"Iya benar dibangun sendiri dengan rabat beton kanan kiri, dan di tengahnya diisi grosok termasuk Berem kanan dan kiri," jelasnya.
Perbaikan ini sendiri di inisiatori oleh RT dan RW dan didukung oleh seluruh warga desa Nglebak. Pembangunan sendiri dilakukan perdukuhan.
"Di desa kami ada 4 Dukuh yakni Dukuh Nglebak, dukuh Kalikangkung, Dukuh Plumbon dan Dukuh Ngandong. Mereka membangun sesuai dukungan masing-masing," jelasnya.
Eko menambahkan, saat ini jalan yang dibangun sudah mencapai hampir 1 KM. Dana tersebut murni swadaya dari warga masyarakat tanpa ada bantuan dari pemerintah. (tos/him)
Editor : Abdul Rochim