Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

HUT KE-276 BLORA: Empat Kawedanan Ramaikan Tradisi Grebeg Gunungan

Abdul Rochim • Kamis, 11 Desember 2025 | 03:08 WIB
Grebeg tumpeng dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Blora.
Grebeg tumpeng dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Blora.

BLORA – Semarak peringatan HUT ke-276 Kabupaten Blora tahun ini terasa berbeda.

Tradisi grebeg gunungan yang biasanya terpusat di satu lokasi, kini digelar serentak di empat titik mewakili eks kawedanan.

Kebijakan baru ini membuat rangkaian perayaan 11 Desember tampil lebih luas dan merata.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Blora, Widyarini Setyaningrum, mengatakan bahwa penyebaran lokasi ditujukan agar masyarakat di berbagai wilayah dapat turut menikmati tradisi tahunan ini.

Empat titik tersebut berada di Blora Kota, Ngawen, Cepu, dan Randublatung.

Rangkaian acara dimulai pada Kamis (11/12) di eks Kawedanan Blora, mencakup Kecamatan Blora, Jepon, Tunjungan, Banjarejo, dan Bogorejo.

Pawai gunungan dilaksanakan di sepanjang Jalan Pemuda, mulai Kantor Pos hingga Grojogan, didahului upacara di halaman Setda Blora pukul 08.30. OPD, BUMD, serta instansi perbankan turut serta dalam kegiatan ini.

Siang harinya, grebeg gunungan berlanjut di Gua Terawang, Kawedanan Ngawen, meliputi Kecamatan Ngawen, Japah, Kunduran, dan Todanan.

Pengunjung yang hadir tidak dikenakan tiket masuk sebagai bagian dari kemeriahan perayaan.

Untuk wilayah eks Kawedanan Cepu, acara digelar pada 14 Desember. Masyarakat Jiken, Sambong, Cepu, dan Kedungtuban akan mengikuti prosesi yang dipusatkan di sepanjang Jalan Pemuda Cepu, berbarengan dengan agenda Car Free Day mulai pukul 06.00.

Penutup rangkaian dilaksanakan pada 18 Desember di Randublatung, diikuti tiga kecamatan: Randublatung, Jati, dan Kradenan.

Widyarini menegaskan bahwa perluasan lokasi grebeg gunungan bertujuan mempererat kedekatan pemerintah dan masyarakat.

“Grebeg adalah ungkapan syukur Bupati dan warga Blora. Dengan menggelarnya di banyak titik, lebih banyak orang dapat merasakan maknanya,” ujarnya.

Dalam tradisi ini disiapkan dua tipe gunungan: gunungan lanang dan gunungan wadon.

Gunungan lanang berisi hasil bumi seperti palawija, umbi-umbian, sayur, buah, dan polo gumantung sebagai simbol kesuburan.

Sementara gunungan wadon diisi jajanan pasar rumahan, tanpa makanan kemasan atau produk pabrik.

“Jajanan yang dibawa harus buatan sendiri. Ini untuk menjaga nilai tradisi dan kekhasan budaya lokal,” tambahnya.

Editor : Abdul Rochim
#tradisi grebeg gunungan #hut blora