BLORA – Bencana tanah gerak kembali menghantui wilayah Blora.
Sebanyak 16 rumah warga di Kelurahan Cepu mengalami kerusakan setelah tebing di bantaran Sungai Nglebok tergerus arus sungai.
Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 257 juta dan kondisi tanah dilaporkan masih terus bergerak, memicu kekhawatiran warga apabila hujan deras kembali turun.
Kepala BPBD Blora, Mulyowati, menjelaskan bahwa dampak kerusakan yang dialami warga bervariasi.
Ada rumah yang nyaris roboh hingga yang mengalami retakan di sejumlah bagian.
“Total ada enam rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan satu rusak ringan. Kerusakan paling parah terjadi karena dasar tebing sungai habis tergerus arus Sungai Nglebok,” jelasnya.
Diawali Hujan Lebat dan Longsor Susulan
Peristiwa tanah gerak bermula pada Jumat (14/11) setelah hujan lebat mengguyur kawasan Cepu.
Debit air Sungai Nglebok meningkat tajam dan arus sungai menghantam tebing hingga memicu longsor.
Tak berhenti di situ, longsor susulan kembali terjadi dan menyeret bagian pondasi rumah warga.
Tim TRC BPBD Blora segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan pengecekan lapangan.
Dari hasil peninjauan, ditemukan 16 rumah di RT 4 RW 8 dalam kondisi retak, ambrol, hingga miring.
Baca Juga: Jembatan Pelemgede Diresmikan Bupati, Perkuat Konektivitas Wilayah
Rumah Nyaris Ambrol, Warga Terpaksa Mengungsi
BPBD mencatat sejumlah rumah kategori rusak berat sudah tidak layak huni.
Beberapa tembok retak parah, fondasi tergerus, dan ada yang kondisinya sudah miring ke arah sungai.
“Rumah yang rusak sedang dan ringan umumnya bagian samping atau belakang yang ambrol. Struktur utama bangunan tetap, tetapi tetap berisiko jika terjadi longsor susulan,” ujar Mulyowati.
Butuh Material Darurat dan Bantuan Logistik
BPBD telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk penanganan lanjutan.
Beberapa bahan material mendesak yang dibutuhkan antara lain seng, galvalum, triplek, calsiboard, kayu, pasir, batu kumbung, PVC board, paku, dan terpal.
Selain itu, warga juga membutuhkan bantuan dasar berupa sembako, family kit, hingga matras.
“Kondisinya sampai saat ini tanah masih terus bergerak turun. Jika hujan deras terjadi dalam durasi panjang, potensi longsor susulan sangat besar,” tegasnya.
Masyarakat diminta tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama bagi rumah yang berada dekat tebing sungai.(*)
Editor : Alfian Dani