BLORA – Harapan warga Ngawen untuk kembali memiliki pasar yang aman dan modern akhirnya mulai terwujud.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menandatangani kontrak rehabilitasi Pasar Ngawen bersama rekanan proyek pada Senin (17/11) lalu.
Penandatanganan yang digelar di Semarang itu menjadi penanda dimulainya proses pembangunan pasar yang sempat terbakar beberapa waktu lalu.
Bupati Blora, Arief Rohman, hadir langsung menyaksikan proses tersebut.
Ia menyebut penandatanganan kontrak ini sebagai tonggak penting dan kabar gembira yang sudah lama dinantikan masyarakat Ngawen.
“Ini wujud komitmen kami bersama pemerintah pusat untuk menghidupkan kembali denyut perekonomian pasca kebakaran.
Mohon doa seluruh masyarakat agar pembangunan berjalan lancar, tepat waktu, dan menghasilkan pasar yang lebih aman serta representatif,” ungkapnya.
14 Hari Menuju Tahap Pengerjaan
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Blora, Margo Yuwono, menjelaskan bahwa setelah kontrak diteken, rekanan proyek memiliki batas waktu 14 hari untuk memulai pekerjaan fisik.
Dengan begitu, tahap pembangunan sudah harus bergerak dalam dua pekan setelah 17 November.
Rekanan yang ditunjuk Kementerian PU berasal dari Jakarta. Durasi pengerjaan pembangunan ditetapkan selama 8 bulan, sehingga ditargetkan awal Juli 2026 Pasar Ngawen sudah berdiri dalam wujud baru.
Prioritaskan Warga Lokal dalam Pekerjaan Non Teknis
Bupati Blora juga menekankan agar pembangunan pasar dapat memberi dampak langsung bagi warga sekitar.
Ia meminta Kementerian PU dan rekanan proyek melibatkan masyarakat Ngawen dalam posisi pekerjaan non teknis seperti kuli bangunan atau tukang.
“Secara otomatis warga setempat akan dilibatkan. Selain itu, Kementerian PU juga mengingatkan rekanan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja dan disiplin waktu,” tambah Margo.
Desain Baru: Parkir Luas, Pasar Lebih Tertata
Desain pasar terbaru akan membawa sejumlah perubahan besar. Salah satu yang paling disorot adalah penataan lahan parkir agar tidak lagi memakan bahu jalan seperti kondisi sebelumnya.
“Di desain baru, lahan parkir ditempatkan di dalam area pasar. Akan ada pagar pembatas dari bahu jalan, dengan jarak sekitar 14,5 meter menuju bangunan utama.
Jadi gedung pasar akan mundur, memberi ruang parkir yang lebih rapi dan aman,” jelas Margo.
Pembangunan Pasar Ngawen diharapkan tak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga menghidupkan kembali ekonomi lokal dan memberi kenyamanan lebih bagi pedagang serta pembeli.(*)
Editor : Alfian Dani