BLORA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora semakin serius mengupayakan daerahnya menjadi kabupaten organik.
Langkah ini merupakan tindak lanjut setelah Bupati Blora Arief Rohman bersama delegasi Indonesia menghadiri Kongres Dunia Distrik Organik (ODC) ke-3 di Kota Datong, Provinsi Shanxi, Tiongkok.
Dalam kongres internasional itu, Blora menjadi salah satu peserta dari 25 negara yang fokus pada isu pertanian organik.
Acara bergengsi tersebut diikuti sekitar 500 peserta, termasuk 100 tamu dan pembicara internasional dari lebih 20 negara, serta difasilitasi oleh IFOAM-Organics Asia (Korea) dan perwakilan Hebei, Tiongkok.
Bupati Arief menyebut, isu organik saat ini menjadi perhatian global.
“Kami terbuka dengan wacana dunia organik. Konsen dunia terhadap organik lagi luar biasa. Blora ingin ikut menjadi bagian dari gerakan ini,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Blora sudah menandatangani MoU dengan Babinsa di desa-desa dan mulai membuka peluang bagi investor untuk menjadi mitra organik.
Selain itu, Pemkab juga tengah menyiapkan regulasi berupa Perda dan Perbup tentang organik sebagai landasan hukum.
“Target kami, Blora bisa menjadi kabupaten organik, meniru praktik terbaik dari berbagai negara,” tambahnya.
Menurut Arief, keberangkatan ke Tiongkok tersebut sudah mendapat izin dari Mendagri, Mensesneg, dan Gubernur Jawa Tengah.
Menariknya, seluruh biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung panitia penyelenggara.
“Forum ini jadi ajang bertukar ide tentang pengembangan distrik organik. Ilmu yang didapat akan kita terapkan di Blora untuk mendorong pertanian organik yang lebih maju,” pungkasnya.(tos/ade)
Editor : Alfian Dani