Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

168 Tumpeng Jadi Bukti Cinta, Warga Blora Rayakan Maulid Nabi dengan Tradisi 'Tumpengan'

Eko Santoso • Selasa, 9 September 2025 | 13:05 WIB
BERSAHAJA: Bupati Blora Arief Rohman (baju hijau) saat makan bersama dalam peringatan maulid nabi di Ponpes Baitul Hikmah.(PROKOMPIM PEMKAB BLORA FOR RADARPATI.ID)
BERSAHAJA: Bupati Blora Arief Rohman (baju hijau) saat makan bersama dalam peringatan maulid nabi di Ponpes Baitul Hikmah.(PROKOMPIM PEMKAB BLORA FOR RADARPATI.ID)

BLORA – Malam hari di Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Blora, terasa istimewa.

Halaman Pondok Pesantren Baitul Hikmah dipenuhi lautan manusia yang hadir untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan kali ini terasa sangat berbeda dan istimewa dengan kehadiran 168 tumpeng yang tersusun rapi, menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan.

Tradisi tumpengan ini telah menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan.

Setiap tahun, jumlah tumpeng terus bertambah, mencerminkan semangat gotong royong dan antusiasme warga.

Tercatat, tahun lalu jumlah tumpeng mencapai 154, dan tahun ini meningkat drastis menjadi 168 tumpeng.

Tumpeng-tumpeng ini dihiasi dengan nasi gurih, ayam ingkung, telur, dan lauk-pauk khas lainnya, yang siap dibagikan kepada seluruh jamaah, santri, dan masyarakat sekitar.

Puncak acara yang paling dinanti adalah saat seluruh tumpeng dibagikan.

Dengan lesehan di atas tikar, semua yang hadir makan bersama, berbagi cerita, dan melebur dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

Tradisi ini tidak hanya menguatkan tali silaturahmi, tetapi juga menjadi momen untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW.

Bupati Blora Terkesan dan Ingin Ikut Berkontribusi

Bupati Blora, Arief Rohman, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengaku sangat takjub dengan kekompakan dan kemeriahan peringatan Maulid Nabi di Ponpes Baitul Hikmah.

Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga.

"Ini luar biasa sekali. Tahun depan bisa jadi 200 tumpeng ya? Nanti saya ikut bawa tumpeng juga," ujar Bupati Arief Rohman, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Ia berharap tradisi semacam ini bisa terus dilestarikan sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah dan sarana mempererat persatuan.

Pengasuh Ponpes Baitul Hikmah, KH. Mashud, menjelaskan makna di balik tradisi ini.

"Tumpengan bukan sekadar makan bersama. Ini adalah simbol keberkahan dan rasa syukur. Semoga dengan memperingati Maulid Nabi, kita semakin mencintai Rasulullah dan meneladani akhlak mulia beliau," ungkapnya.

Kepala Desa Cabak, Ngadenan, menambahkan bahwa peningkatan jumlah tumpeng tahun ini juga berkat kontribusi santri dari Sale, Rembang.

Hal ini membuktikan bahwa tradisi guyub rukun ini tidak hanya dinikmati oleh warga setempat, tetapi juga telah meluas dan menjadi perekat bagi masyarakat dari luar daerah.

Acara yang berlangsung penuh hikmat ini diawali dengan pembacaan selawat, maulid diba’, mahalul qiyam, hingga doa bersama.

Ditutup dengan pembagian tumpeng dan makan bersama, malam itu menjadi momen yang penuh kehangatan, tawa, dan rasa syukur. (tos/ade)

Editor : Alfian Dani
#PondokPesantren #tumpeng #maulidnabi #tradisi #Guyub dan Rukun #blora