Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Lorong Merah Putih di Blora Terpanjang Se-Jawa Tengah Sepanjang 300 Meter, Dimeriahkan dengan Acara Ini

Abdul Rochim • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 20:26 WIB

 

SAMBUT KEMERDEKAAN: Sebuah gang Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Blora dihias bak lorong jalan dengan ornamen merah putih.
SAMBUT KEMERDEKAAN: Sebuah gang Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Blora dihias bak lorong jalan dengan ornamen merah putih.

BLORA - Warga Dukuh Nlorong, Desa Bangsri tampil memukau saat memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Pasalnya, warga bergotong-royong menghias lorong desa menjadi lorong dengan motif merah putih sepanjang 300 meter.

Kepala Desa Bangsri Yannata Laga Kuduma menyampaikan, bentuk rasa syukur masyarakat dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia.

Warga dengan bangga gotong royong membuat lorong merah putih dengan panjang 300 meter.

“Kami meniru lorong merah putih itu dari Tasikmalaya, karena tidak ada salahnya meniru hal positif. Mungkin dari teman-teman ini dinobatkan sebagai lorong merah puyih terpanjang di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, lorong ini nantinya akan digunakan juga sebagai wisata malam hari diisi dengan bazar UMKM dari warga Desa Bangsri.

Banyak juga warga yang antusias ke Bangsri nanti untuk membuat konten dan menikmati jajanan.

“Lorong merah putih inj juga dihiasi oleh lampu, gambar tokoh pahlawan kebangsaan, dan pernak-pernik lainnya. Untuk pengerjaan lorong merah putih ini selama 2 minggu dan target selesai besok (16/8) sore,” ucapnya.

Kades Laga mengatakan, anggaran biaya pembuatan lorong merah putih sepanjang 300 meter itu menelan biaya sekitar Rp 40 sampai 50 juta.

Anggaran memakai biaya pribadi dan sponsor, sedangkan untuk tenaga dari para warga.

“Nggak papa memakai dana pribadi karena saya terkenalnya pemimpin edan. Tapi buat memperindah desa ya tidak apa-apa,”katanya.

Pihaknya menjelaskan, untuk lorong merah putih itu sifatnya tidak tetap.

Akan dilakukan bongkar pasang jika ada hari-hari besar.

“Dalam artian bagaimana kami mendatangkan wisatawan berkunjung ke desa. Meskipun tidak memiliki sumber daya alam yang mendukung.

Yang terpenting kami tetap berinovasi dan semangat untuk menggerakkan ekonomi lewat inovasi,” tuturnya. (ari/him)

Editor : Abdul Rochim
#merah putih #tasikmalaya #blora